Lhokseumawe – 1fakta.com
Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas Malikussaleh, Evan Saputra, mengecam keras tindakan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus operasi plastik (oplas) bahan bakar minyak (BBM). Evan menilai tindakan tersebut tidak etis, merugikan negara, serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan sistem distribusi BBM.
Menurut Evan, praktik oplas BBM yang dilakukan oleh pejabat tinggi di Pertamina Patra Niaga menunjukkan bahwa kepentingan pribadi lebih diutamakan dibandingkan kesejahteraan masyarakat. “Bisnis seperti ini seharusnya tidak dilakukan oleh pejabat tinggi. Masyarakat dikorbankan hanya demi keuntungan pribadi, padahal mereka sudah cukup kesulitan dengan kondisi ekonomi saat ini,” ujarnya di Lhokseumawe, Aceh Utara, pada Senin (26/2).
Evan juga menyoroti dampak buruk dari kasus ini terhadap masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang seharusnya mendapatkan BBM berkualitas sesuai spesifikasi. Ia mencontohkan, masyarakat yang seharusnya mendapatkan Pertamax justru diberikan BBM oplosan yang berpotensi merusak mesin kendaraan. Selain itu, sistem barcode yang selama ini diterapkan untuk menyalurkan BBM bersubsidi secara tepat sasaran kembali dipertanyakan efektivitasnya.
“Apakah sistem barcode benar-benar berfungsi untuk menyalurkan BBM subsidi dengan baik, atau justru menjadi celah bagi oknum untuk melakukan penyimpangan? Faktanya, baik mereka yang menggunakan barcode maupun tidak, tetap mendapatkan Pertalite subsidi. Ini membuktikan bahwa sistem ini belum berjalan dengan baik,” tegas Evan.
Lebih lanjut, Evan mengingatkan bahwa jika praktik-praktik seperti ini terus berlanjut, kepercayaan masyarakat terhadap pejabat tinggi dan lembaga negara akan semakin menurun. Ia khawatir bahwa kasus serupa akan terus berulang jika tidak ada tindakan tegas dari pihak berwenang.
“Jika pejabat tinggi terus-terusan berusaha mencari keuntungan dengan cara merugikan rakyat, maka krisis kepercayaan terhadap pemerintah akan semakin dalam. Masalah demi masalah akan terus muncul, dan pada akhirnya negara serta masyarakat yang akan menanggung kerugiannya,” tutup Evan.
Kasus dugaan oplas BBM yang menjerat Dirut PT Pertamina Patra Niaga saat ini tengah ditangani oleh Kejaksaan Agung. Publik menantikan langkah hukum yang akan diambil guna memastikan keadilan dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

