Begini Kondisi Desa Ara Bungong Hari ke 4 Rumah Hilang Puluhan Ternak Mati

Bireuen – 1fakta.com

Bencana banjir dan longsor hingga mengakibatkan 798 Jiwa dari 247 Kepala Keluarga di Gampong (Desa)Ara Bungong Kecamatan Peudada, Kemungkiman Batee Kureng Kabupaten Bireuen, Aceh. Terpaksa mengunsi ke 6 titik lokasi penampungan. Jum’at 16 Januari 2026.

Pada hati ke 4 didokumentasi kondisi dan ketinggian air masih mencapai 1,5 meter (seratus lima pululuh senti meter) rata hingga menghanyutkan 4 Rumah selain menyisakan kerusakan berat karena derasnya air sungai Peudada.

Keuchik Arabungong Rizal menyampaikan, pasca bencana banjir yang terjadi pada ujung November 2025 tahun lalu berdampak terhadap seluruh masyarakat yang terpaksa harus mengungsi ke 6 lokasi penampungan.

“Benar dengan ketinggian air mencapai 1,5 Meter rata-rata menyisakan kerusakan berat dan puluhan ternak masyarakat mati, juga sejumlah kerusakan baik rumah, kebun, jalan dan sejumlah kerusakan-kerusan lainnya, “ujar Keuchik Rizal.

Setelah itu, dalam kondisi genangan air mencapai 1.5 Meter rata-rata, Pemerintah Gampong menjadikan Meunasah, Balai Pengajian, Sekolah dan Klaser dan Gudang BUMG sebagai lokasi penampungan untuk menyelamatkan warga di 6 Titik pengungsian, kata Keuchik Rizal.

” Pasca se-bulan lebih masyarakat Ara Bungong berada di pengungsian dengan hanya bergantung pada Dapur Umum. Namun setelah kondisi mulai reda, warga berangsur-angsur kembali kerumah. Pun demikian hingga hari ini, Jum’at (16/1) ada 4 KK yang yang terpaksa menumpang di rumah keluarga dikarenakan rumahnya hilang dibawa banjir dan satu KK diantaranya masih bertahan di Gudang BUMG setempat.

Gampong Ara Bungo diapit oleh dua Krueng Matee (Sungai Mati) di sebelah barat dan timur selain Aliran sungai Utama (Krueng Peudada). Sehingga terjangan dan derasnya air saat bencana, mengakibatkan sungai-sungai yang sebelumnya mati, kembali berfungsi dengan ketinggian air mencapai 2 Meter lebih, Keuchik mengisahkan.

Lanjut Keuchik, Adpun 4 KK yang rumahnya dibawa banjir terdiri dari, Hamidah Sarong berstatus janda, Abdurrahman Wahab, M Isa Harun dan Turna Affan, hingga hari ini mereka terpaksa menumpang dan bertahan dirumak keluargannya, dikarenakan belum ada hunian tetap untuk ditempati nya.

Sementara, Bukhari menyampaikan, saya juga salah satu dari masyarakat korban bencana di Gampong Ara Bungo uang saat terjadinya banjir, rumah dan warung digenangi air mencapai 1.5 meter lebih. Bencana ini mengakibatkan kerugian besar terhadap masyarakat baik dalam bentuk Rumah, perabotan, harta benda, hingga banyak ternak yang mati.

Berdasarkan data yang dilaporkan masyarakat, puluhan ekor Sapi Simental -Bali dan Serumpun nya, Kambing-Kibas, selain unggas Ayam dan Bebek.”Kami sangat mengharapkan kepada pemerintah untuk memperhatikan dampak bencana yang dialami masyarakat Gampong Ara Bungo yang hingga hari ini belum bisa normal beraktivitas, pinta Bukhari.(Abd-72)