Aceh Tengah — 1fakta com
Hingga akhir Januari 2026, warga Kampung Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, masih bergelut dengan sisa material banjir bandang yang melanda wilayah mereka pada 26 November 2025 lalu. Lumpur, batu, dan kayu masih menimbun pemukiman warga, khususnya di Dusun Binje, dengan ketinggian material mencapai hingga dua meter di sejumlah titik.
Puluhan warga terdampak banjir berharap adanya kepedulian Pemerintah Daerah dengan menurunkan alat berat untuk membantu proses pembersihan material banjir yang hingga kini belum tertangani secara maksimal.
Salah seorang warga setempat mengatakan, kondisi pemukiman masih jauh dari kata pulih meski sudah dua bulan lebih pascabanjir bandang terjadi.
“Material banjir masih menimbun rumah dan lingkungan kami. Ada yang setinggi dua meter, bahkan di beberapa titik lebih. Kami sangat berharap pemerintah bisa menurunkan alat berat,” ujar warga tersebut, Selasa (27/01/2026).
Menurutnya, warga sebenarnya telah berupaya melakukan pembersihan secara mandiri sejak beberapa waktu lalu. Namun, keterbatasan peralatan membuat proses tersebut berjalan sangat lambat dan menguras tenaga.
“Kami sudah coba membersihkan secara manual, tapi dengan alat seadanya sangat berat. Tenaga dan waktu kami terbatas, sementara materialnya terlalu banyak untuk ditangani sendiri,” tambahnya.
Warga menilai, tanpa bantuan alat berat, proses pemulihan pemukiman akan memakan waktu lama dan berpotensi menghambat aktivitas serta kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Harapan kami, dengan adanya bantuan alat berat, beban warga bisa lebih ringan dan pemulihan pemukiman bisa lebih cepat. Sampai hari ini kondisi masih seperti pasca banjir,” ungkapnya.
Puluhan warga Dusun Binje, Kampung Pantan Nangka, berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah segera merespons kondisi tersebut dan menurunkan alat berat ke lokasi terdampak banjir bandang, agar lingkungan pemukiman kembali layak huni dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

