Progres Pembangunan Jembatan Darurat Desa Bergang Capai 97 Persen, Akses Antarwilayah Aceh Tengah–Bener Meriah Segera Pulih

Aceh Tengah – 1fakta.com

Pembangunan jembatan darurat di Desa Bergang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pada Kamis (5/2/2026), telah mencapai progres 97 persen. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh personel Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Yon Zipur 6/SD dan dibantu masyarakat setempat guna memulihkan akses jalan penghubung antarwilayah yang terdampak kerusakan infrastruktur.

Jembatan darurat itu dibangun di ruas jalan yang menghubungkan Desa Meriah Jaya, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, dengan Desa Bergang, Desa Karang Ampar, dan Desa Pantan Reduk di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Jembatan sepanjang 30 meter tersebut menggunakan material bantuan dari BNPB sebagai upaya percepatan pemulihan akses transportasi warga.

Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah melalui laporan lapangan menyampaikan bahwa pekerjaan melibatkan personel Koramil 09/Ketol sebanyak tiga orang di bawah pimpinan Serma Sarno, serta 29 personel Yon Zipur 6/SD dipimpin Letda Czi Juniker Siregar. Selain itu, lima warga setempat turut bergotong royong membantu proses pembangunan jembatan darurat tersebut.

Sejumlah kegiatan yang telah dilakukan di antaranya pembuatan pagar pembatas pengaman di badan jembatan, pembuatan pondasi pada titik kedua menggunakan alat berat milik BNPB, serta pembelahan material kayu oleh masyarakat yang kemudian dilansir oleh personel TNI untuk dijadikan batas pengaman jembatan darurat. Langkah ini dilakukan guna memastikan aspek keselamatan pengguna jembatan setelah dapat dilalui.

Dalam proses pengerjaan, terdapat kendala teknis berupa kerusakan alat berat excavator milik PT Waskita yang hingga kini belum diperbaiki. Meski demikian, pengerjaan tetap dilanjutkan dengan mengoptimalkan excavator BNPB untuk mempercepat penyelesaian pondasi pada titik-titik yang masih membutuhkan penguatan.

Material yang telah tersedia di lokasi pekerjaan meliputi 60 unit kawat bronjong yang digunakan untuk memperkuat struktur penahan dan pondasi jembatan darurat. Keberadaan material tersebut dinilai sangat membantu percepatan progres pekerjaan yang ditargetkan rampung pada Februari 2026.

Kendala lain yang dihadapi di lapangan adalah keterbatasan bahan kayu untuk pembuatan batas pengaman jembatan. Hal ini disebabkan jumlah tenaga yang membelah kayu masih minim, yakni hanya satu orang, sehingga suplai bahan pengaman belum mencukupi kebutuhan di lapangan.

Pembangunan jembatan darurat ini bertujuan memulihkan akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga di sejumlah desa yang selama ini terganggu akibat kerusakan jembatan. Dengan progres yang telah mencapai 97 persen, diharapkan jembatan darurat segera dapat difungsikan penuh sehingga mobilitas masyarakat antarwilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah kembali lancar serta aman untuk dilalui.(#)