Tapanuli Utara – 1fakta.com
Catatan:
Bangkit Nababan, SH
(Mahasiswa Magister Hukum Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli)
Kehadiran PT Sarulla Operations Limited (SOL) di Kabupaten Tapanuli Utara merupakan bagian dari proyek strategis nasional energi panas bumi. Proyek ini tidak hanya menopang pasokan listrik nasional, tetapi juga membawa perubahan signifikan bagi masyarakat lokal, khususnya di kawasan Luat Pahae. Karena itu, kehadiran SOL perlu ditakar secara objektif—menimbang manfaat pembangunan sekaligus risiko yang menyertainya.
Dampak Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat
Dari sisi ekonomi, aktivitas perusahaan mendorong dinamika baru di tingkat desa.
Lapangan kerja terbuka, baik langsung di sektor operasional maupun tidak langsung melalui transportasi, perdagangan, jasa logistik, kuliner, hingga penginapan. Bagi masyarakat agraris Luat Pahae, industri energi memberi alternatif penghasilan selain pertanian. Perputaran ekonomi meningkat, daya beli sebagian warga bertambah, dan usaha kecil tumbuh seiring meningkatnya aktivitas di sekitar wilayah operasional.
Kontribusi SOL juga tampak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dalam rencana CSR 2025, perusahaan mengalokasikan sekitar Rp3,199 miliar untuk wilayah terdampak di Tapanuli Utara. Pada tahun-tahun sebelumnya, dana CSR disalurkan ke sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, pembangunan fasilitas desa, penguatan budaya lokal, hingga beasiswa mahasiswa dengan nilai total miliaran rupiah.
Program pengembangan bawang merah di Luat Pahae—melalui bantuan bibit, pupuk, pelatihan, dan PENDAMPINGAN—menjadi contoh konkret peningkatan hasil pertanian dan pendapatan kelompok tani. Dukungan alat tenun ulos serta pelatihan keterampilan bagi perempuan desa juga menunjukkan upaya penguatan ekonomi yang sejalan dengan pelestarian budaya lokal.
Pembangunan Infrastruktur dan Nilai Strategis Daerah
Dari perspektif pembangunan wilayah, proyek panas bumi ini mempercepat peningkatan infrastruktur. Kualitas jalan desa membaik, mobilitas warga lebih lancar, dan konektivitas dengan pusat ekonomi kabupaten semakin terbuka.
Infrastruktur yang awalnya dibangun untuk operasional perusahaan pada akhirnya memberi manfaat luas bagi masyarakat. Secara makro, keberadaan SOL memperkuat posisi Tapanuli Utara dalam sistem energi nasional dan meningkatkan nilai strategis daerah di tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Catatan Kritis:
Lingkungan, Keadilan, dan Sosial Budaya
Meski demikian, manfaat tersebut tidak menutup adanya kekhawatiran masyarakat, terutama terkait lingkungan.
Aktivitas panas bumi berskala besar memunculkan kecemasan soal kualitas air, kestabilan tanah, dan keseimbangan ekosistem. Bagi masyarakat yang bergantung pada sumber air dan kesuburan lahan, perubahan kecil sekalipun berpotensi berdampak pada hasil pertanian, kesehatan, dan keberlanjutan ekonomi keluarga.
Pemerataan manfaat ekonomi juga menjadi sorotan.
Sebagian warga menilai posisi kerja dengan pendapatan tinggi masih didominasi tenaga dari luar daerah, sementara masyarakat lokal berada pada posisi terbatas. Tanpa kebijakan afirmatif—prioritas tenaga lokal, pelatihan keterampilan, dan peningkatan kapasitas—kondisi ini berpotensi memicu rasa ketidakadilan sosial.
Perubahan struktur ekonomi desa membawa risiko ketergantungan.
Peralihan dari pertanian ke sektor pendukung industri energi dapat melemahkan ketahanan ekonomi jika suatu saat aktivitas perusahaan menurun.
Selain itu, masuknya industri besar turut memengaruhi tatanan sosial budaya. Luat Pahae yang memiliki solidaritas komunal kuat menghadapi tantangan dari arus pekerja luar, meningkatnya peredaran uang, dan perubahan pola konsumsi yang dapat memicu gesekan sosial bila tidak dikelola secara sensitif.
Kerugian lain yang perlu diantisipasi adalah berkurangnya ruang ekonomi tradisional.
Perubahan fungsi lahan atau pembatasan akses sumber daya alam dapat menggerus basis produksi masyarakat agraris—bukan hanya dari sisi pendapatan, tetapi juga identitas sosial-budaya yang melekat.
Penutup:
Menjaga Keseimbangan
Menilai kehadiran SOL tidak bisa dilakukan secara hitam putih. Di satu sisi, investasi, lapangan kerja, dan CSR bernilai miliaran rupiah telah memberi kontribusi nyata. Di sisi lain, potensi dampak lingkungan, ketimpangan manfaat, perubahan sosial, dan risiko ketergantungan ekonomi menuntut perhatian serius.
Kunci keberhasilan terletak pada keseimbangan: pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan keadilan distribusi manfaat. Perusahaan perlu menjamin transparansi pengelolaan dampak lingkungan, memprioritaskan tenaga kerja lokal, serta menjalankan pemberdayaan berorientasi kemandirian desa.
Pemerintah daerah harus memastikan pengawasan konsisten dan aspirasi masyarakat terakomodasi dalam kebijakan.
Jika dialog terbuka antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat terjaga, kehadiran SOL berpotensi menjadi contoh proyek energi nasional yang selaras dengan pembangunan daerah. Sebaliknya, tanpa pengelolaan yang adil dan sensitif, investasi berisiko meninggalkan persoalan jangka panjang.
Keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari energi yang dihasilkan, tetapi dari sejauh mana kesejahteraan masyarakat meningkat tanpa mengorbankan ruang hidup mereka.
(DP/L.Tamp)

