Bireuen – 1fakta.com
I Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Irwan mengatakan 140 orang anak Taman Kanak Kanak (TK) dan murid Sekolah Dasar (SD), mereka berasal dari Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah diduga korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Simpang Mamplam, harus dirawat intensif.
Sejumlah 133 orang siswa berasal dari Kecamatan Simpang Mamplam,
7 orang dari Kecamatan Pandrah.
Anak anak tersebut sekarang ini telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen 11 orang, Ruma Sakit Bireuen Medical Center (BMC) 8 orang, Rumah Sakit Jeumpa Hospital 4 orang serta Rumah Sakit Umum Pidie Jaya 1 orang
Kemudian di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Simpang Mamplam 56 orang, Puskesmas Samalanga 23 orang dan Puskesmas Pandrah 24 orang dan yang terakhir Puskesmas Jeunib 13 orang.
“Kita belum bisa memastikan jenis makanan mana yang keracunan, karena harus kita tunggu hasil lab nya terlebih dahulu dan itu sudah kita ambil dan di bawa ke Banda Aceh. Hanya tinggal menuggu hasilnya saja,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr Irwan, Jum’at, (27/2) kepada Media 1Fakta.com
Disebutkan dia, keracunan yang dialami anak anak tersebut, itu tidak bisa dipastikan dari Bakso, pun demikian semua anak anak yang sedang dalam perawatan itu setelah menkosumsi Bakso terjadi muntah muntah.
“Akan tetapi yang lebih jelas nanti. kita menunggu hasil labnya sajalah. Karena makanannya bukan baksonya saja, tetapi ada beberapa jenis makanan lain, ” pungkas Kadinkes dr Irwan.(Abd-72)

