BIREUEN – 1fakta.com
Dugaan pemotongan gaji terhadap pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di salah satu kecamatan wilayah timur Kabupaten Bireuen, Aceh, semakin mengerucut. Kali ini, keluarga pekerja mengungkap adanya bukti transfer sejumlah uang ke rekening Kepala Dapur berinisial A.
Bukti yang ditunjukkan berupa slip pengiriman dari layanan BSI Link pada periode Januari hingga Februari 2026, yang ditujukan langsung ke rekening Kepala Dapur tersebut. Transaksi tersebut diduga berkaitan dengan permintaan pengembalian sebagian gaji pekerja.
Menurut keterangan salah satu keluarga pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada media ini pada Selasa (31/3/2026), para pekerja diminta mentransfer sejumlah uang dengan alasan bahwa hari Sabtu dianggap sebagai hari libur.Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh kondisi di lapangan.
Sumber menyebut, para pekerja tetap bekerja hingga malam hari pada Jumat untuk menyiapkan makanan kering yang akan didistribusikan pada Sabtu, “Uang itu diposting ke virtual account para pekerja, lalu diminta dikirim kembali ke rekening Kepala Dapur sebesar dua hari kerja, sekitar Rp340 ribu. Alasannya Sabtu libur, padahal mereka tetap bekerja sampai malam untuk persiapan makanan hari Sabtu,” ujar sumber tersebut.
Sumber menilai permintaan tersebut janggal. Pasalnya, jika Sabtu benar-benar tidak dihitung sebagai hari kerja, seharusnya upah tidak dibayarkan sejak awal. Namun, dalam praktiknya, gaji tetap ditransfer penuh dari Senin hingga Sabtu ke rekening pekerja.
“Kalau memang Sabtu tidak dibayar, kenapa dari awal gaji tetap masuk penuh ke rekening pekerja, lalu diminta dikembalikan?” kata sumber.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya mekanisme pemotongan tidak langsung melalui sistem transfer balik dari pekerja ke pihak tertentu.
Sumber juga mengungkap bahwa dana terakhir yang diminta dari pekerja, sebesar Rp800 ribu per orang, telah dikembalikan kepada pekerja pada Senin (30/3/2026), “Uang Rp800 ribu itu sudah dikembalikan ke pekerja. Tapi kepala dapur marah karena ada yang membocorkan hal ini,” ungkap sumber yang sangat layak dipercaya itu.
Sementara itu, Kepala Dapur SPPG berinisial A saat dikonfirmasi Media 1Fakta.com pada Selasa petang (31/3) mengakui adanya sejumlah uang yang ditransfer ke rekening pribadinya. Namun, ia membantah bahwa hal tersebut merupakan bentuk pemotongan gaji.
Menurutnya, uang tersebut merupakan pengembalian dari para pekerja karena tidak masuk kerja secara penuh sesuai dengan hari kerja yang dihitung, “Itu bukan pemotongan, tapi pengembalian karena mereka tidak bekerja penuh sesuai hari kerja,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia juga menyebutkan bahwa dana yang diterima tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.“Uang itu diserahkan kepada akuntan untuk disimpan dan akan digunakan untuk berbagai kegiatan sosial,” tambah kepala dapur itu.
Meski demikian, penjelasan tersebut berbeda dengan keterangan keluarga pekerja yang menyebutkan bahwa mereka tetap bekerja hingga akhir pekan, terutama untuk menyiapkan kebutuhan distribusi makanan, namun tetap diminta mengembalikan sebagian gaji yang telah diterima.(Abd-72)

