KARANGASEM | 1fakta.com
Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, menjadi pusat perhatian internasional pada Jumat (10/4/2026). Rombongan delegasi Conference on Agricultural Policy in Southeast Asia yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau sistem warisan pertanian dunia di wilayah tersebut.
Kunjungan yang dihadiri oleh 30 delegasi dari berbagai negara—mulai dari Jerman, Vietnam, Filipina, hingga Senegal—ini bertujuan untuk mempelajari langsung praktik GIAHS (Globally Important Agricultural Heritage Systems) melalui sistem agroforestri salak yang telah menjadi ikon Desa Sibetan selama berabad-abad.
Setibanya di Balai Banjar Adat Dukuh, rombongan disambut dengan pementasan Tari Raktasura sebagai simbol penghormatan budaya. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, Drs. I Made Sugiartha, M.Si., menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan momentum emas untuk memperkenalkan manajemen sumber daya lokal kepada level internasional.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Ir. Widianto, M.Sc., selaku Tenaga Ahli Kebijakan Pertanian, menekankan pentingnya Desa Sibetan sebagai contoh nyata harmonisasi antara keanekaragaman hayati dan ketahanan ekonomi masyarakat yang patut dipelajari oleh para analis kebijakan dunia.
Para delegasi melakukan serangkaian agenda intensif, antara lain:
Peninjauan Kebun Salak: Melihat langsung teknis budidaya di lahan milik warga.
Kunjungan Wisata: Menikmati panorama di DTW Bukit Pemukuran dan melakukan trekking di Rice Terrace Kuta Bali.
Aksi Lingkungan: Penanaman pohon secara simbolis di kawasan Gunggung Adventure sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian alam.
Kesuksesan kunjungan skala internasional ini tidak lepas dari ketatnya pengamanan yang dilakukan di lapangan. Kapolsek Bebandem, AKP I G.N.B. Suastawan, S.H., M.H., memimpin langsung jalannya pengamanan di titik-titik strategis.
Sinergitas terlihat nyata dengan kolaborasi personel gabungan yang terdiri dari: 14 Personel Polri dari Polsek Bebandem, 2 Personel TNI dari Koramil Bebandem.
”Kami memastikan setiap titik yang dikunjungi para delegasi, mulai dari kebun warga hingga objek wisata, berada dalam kondisi aman dan steril. Kehadiran TNI dan Polri di lapangan adalah bentuk jaminan keamanan agar para tamu mancanegara dapat menikmati keindahan Karangasem dengan tenang, sekaligus menjaga citra positif Indonesia di mata dunia,” ujar AKP I G.N.B. Suastawan.
Pengamanan dilakukan secara persuasif dan humanis, meliputi pengaturan arus lalu lintas di jalur menuju Desa Sibetan hingga pengawalan melekat pada rombongan delegasi. Hingga rombongan meninggalkan wilayah Bebandem menuju Sanur pada pukul 14.30 WITA, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Sby

