Dinas Pendidikan Taput Bergerak Cepat, Pulihkan SDN 173242 Simangumban dan Percepat PBM Pasca Banjir

Tapanuli Utara – 1fakta.com

Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara menunjukkan respons cepat dalam menangani dampak banjir bandang yang melanda SDN 173242 Simangumban. Bencana tersebut sempat melumpuhkan aktivitas proses belajar mengajar (PBM) akibat lumpur yang menutupi ruang kelas dan lingkungan sekolah.

Di bawah arahan Kepala Dinas Pendidikan, Betty Sitorus, jajaran dinas langsung turun ke lokasi bersama pihak sekolah dan masyarakat. Aksi gotong royong yang dilaksanakan pada Jumat (24/04/2026) melibatkan guru, siswa, serta warga sekitar untuk membersihkan lumpur yang mengendap di dalam kelas hingga halaman sekolah.

Kondisi pasca banjir menunjukkan dampak yang cukup signifikan. Selain ruang belajar yang kotor dan tidak layak digunakan, sejumlah fasilitas pendidikan seperti meja, kursi, serta perlengkapan belajar lainnya turut terdampak. Kerugian berupa buku-buku pelajaran yang terendam air hingga saat ini masih dalam proses pendataan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Taput, Betty Sitorus, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan menyeluruh, termasuk terhadap kerusakan fisik bangunan sekolah.

“Untuk kerugian, khususnya buku-buku yang terendam, saat ini masih kami data secara menyeluruh. Begitu juga dengan kerusakan bangunan sekolah, sedang kami inventarisasi agar dapat diketahui tingkat kerusakannya dan langkah penanganan yang tepat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi bangunan SDN 173242 Simangumban memang sudah memerlukan perhatian serius. Struktur bangunan yang relatif rendah membuatnya sangat rentan terdampak banjir, sehingga dinilai perlu dilakukan renovasi total.
Lebih lanjut, Betty Sitorus menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah percepatan agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan.

“Kami akan memastikan pembersihan selesai secepat mungkin, kemudian dilanjutkan dengan penataan kembali ruang kelas agar layak digunakan. Jika masih ada kendala, kami juga mempertimbangkan skema belajar sementara agar PBM tetap berjalan sambil menunggu pemulihan total,” ujarnya.

Langkah cepat ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keberlangsungan pendidikan meski di tengah situasi bencana. Selain pembersihan, Dinas Pendidikan juga akan menginventarisasi seluruh kerusakan guna menentukan kebutuhan perbaikan dan bantuan sarana belajar.

Salah seorang warga sekitar yang turut membantu mengungkapkan apresiasinya atas gerak cepat pemerintah dan semangat gotong royong yang terbangun.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran Dinas Pendidikan. Semoga ke depan ada perhatian lebih untuk pencegahan banjir, karena ini bukan pertama kali terjadi,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat berharap adanya langkah antisipasi yang lebih kuat dari pemerintah daerah untuk mencegah terulangnya banjir bandang, mengingat wilayah tersebut tergolong rawan saat curah hujan tinggi.
Menutup kegiatan tersebut, Betty Sitorus kembali menyampaikan harapannya.

“Semoga ke depan tidak terjadi lagi banjir bandang. Kami akan terus berupaya memastikan anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman. Debata Mangaramoti hita,” ujarnya.

(1F/L.Tamp)

Jangan copy berita ini!