Dengan Hari Santri: Melestarikan Seni dan Budaya Merajut Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Limbangan – 1fakta.com

Di tengah keindahan alam Desa Kedungboto, ratusan santri dan warga berkumpul dalam semangat kebersamaan untuk merayakan Hari Santri Nasional. Acara yang digelar oleh MWC NU Kecamatan Limbangan ini mengangkat tema “Merawat Seni dan Budaya Menuju Persatuan dan Kesatuan Bangsa,” yang menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur.

Sambutan penuh semangat dari Ketua MWC NU, Muh Abas, mewakili ketua PCNU Kendal menggugah hadirin. “Santri adalah garda terdepan dalam mempertahankan moralitas dan persatuan serta nilai nilai luhur dalam Agama dan masyarakat, dan sebagai garda terdepan dalam perubahan,” tegasnya. Suara muatan harapan dan kebersamaan mengalun dalam suasana lapangan yang dipenuhi ratusan santri.

Walaupun jumlah peserta tahun ini tidak sebanyak tahun lalu, Ketua Panitia Ali Murtadho menjelaskan bahwa ini adalah langkah positif. “Kami ingin setiap desa merasakan keterlibatan dalam perayaan ini. Dengan sistem bergiliran, kami harap masyarakat bisa merasa memiliki NU tidak hanya sebagai suatu ormas namun sebagai bagian dari identitas budaya mereka,” ujarnya, menekankan pentingnya pemerataan.

Acara ini diisi dengan rangkaian acara serta upacara yang diikuti dengan khidmat dan dilanjutkan dengan pengajian akbar yang dipimpin oleh KH Arif Hidayatulloh. Dalam ceramahnya yang memikat, beliau mengajak hadirin untuk kembali kepada akar budaya dan menjadikan seni serta tradisi sebagai pedoman hidup. Pesannya mengalir, membangkitkan semangat untuk melestarikan kebudayaan.

Salah satu momen paling dinantikan adalah penampilan seni tradisional jaran kepang (Thongkil). Dua kelompok seni, Turonggo Tresno Budoyo dan Eko Kapti Turonggo Seto, memukau penonton dengan pertunjukan yang menampilkan gerakan lincah dan harmonis. Alunan gamelan yang mendayu-dayu membawa suasana magis, menghidupkan kembali kekayaan dan keragaman budaya yang ada.

Keterlibatan anggota Banser dan Ansor dalam pertunjukan semakin menambah nuansa kolaboratif yang kuat. “Mari kita jaga seni dan budaya kita bersama-sama, memastikan semuanya sesuai dengan syariat,” ungkap Murtadho, menegaskan komitmen untuk menjaga warisan budaya.

Saat mentari mulai bergeser dengan terik, kehangatan kebersamaan mulai menyelimuti lapangan. Rasa syukur dan kebanggaan terlihat di wajah setiap santri dan warga. Hari Santri di Kedungboto bukan sekadar perayaan, tetapi sebuah momentum berharga dengan adanya kiprah dan peran Santri dalam upaya meneguhkan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan serta merawat keberagaman di tengah masyarakat.

Dengan semangat membara, acara ini menegaskan bahwa seni dan budaya adalah bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa kita.Dengan hari Santri Kebersamaan yang tercipta di Kedungboto mencerminkan keyakinan bahwa, bersama, kita dapat merawat warisan luhur dan membangun masa depan yang lebih baik. Melalui perayaan ini, harapan akan persatuan dan keberagaman terus menyala, menginspirasi generasi mendatang untuk mencintai dan melestarikan budaya bangsa yang sangat kaya,adiluhung serta penuh keragaman.

Ariefpram – Kabiro Kendal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *