Hadirnya Pengusaha Indo maret Sejenisnya” Pengusaha lokal Kecil menenga Gulung Tikar.

Taput – 1fakta.com

2 Priode Kepemimpinan Nikson Nababan ,Indomaret, Alfa maret dan Alpa midi Menjamur di Kabupaten Tapanuli Utara yang jadi korban adalh Usaha Mikro Kecil ,Menengah Merjerit.
Dimana tiga merek diatas, Indomaret, Alfamaret serta Alfamidi lebih fokus usaha menjual makanan, minuman dan jenis rokok . Akibat ekspansi 3 merek jaringan Ritel ini pelaku Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) dengan usaha yang sama di Taput banyak yang gulung tikar.

Melihat keberadaan semua ritel tersebut ada dimasa Nikson Nababan ketika menjabat Bupati Taput selama 2 priode , diduga tanpa kajian dan tanpa memperhatikan nasib ekonomi kecil menenga menyangkut pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal dari tahun 2014 sampai saat ini.

Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Taput Jonner Nababan, menyebutkan pada media Dinas yang dipimpinnya hanya memberikan izin Mendirikan Bangunan, yang sekarang diganti menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta Izin usaha.
Sedangkan kajian dampak sosial ekonomi belum pernah ada, pengusaha ritel juga harus mendapat persetujuan dari warga masyarakat sekitar, baru usaha bisa beroperasi.

Jonner Nababan mengatakan Untuk kajian dampak sosialnya belum pernah ada,
dan pemberian ijin, terlebih dahulu ada nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati dengan pengusaha ritel, setelahnya dilakukan kajian dan rekomendasi dinas Lingkungan Hidup kemudian mengikat Perjanjian Kerjasama dengan dinas Perindagkop.

Sementara Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Taput Josua Situmeang menyebutkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari mini market itu hanya retribusi parkir dan pajak reklame. Sedangkan pajak dari produk yang dijual ritel, disebutkan Josua tidak ada.

seorang pegiat sosial kontrol yang tak mau disebut namanya,berpendapat, sudah perlu ada pengkajian ulang serta pembatasan ijin pendirian usaha ritel modern di Kabupaten Taput sejenis Indomaret, Alfamaret dan Alfamidi. Karena berdampak pada usaha kecil menengah masyarakat lokal.

Keberadaan banyaknya Alpa mart sejenisnya di Kabupaten Tapanuli Utara akibatnya banyak usaha dari masyarakat lokal yang tutup dikarenakan keberadaan dari mini market tersebut. Sementara PAD yang diterima dari usaha ketiga merek itu tidak sebanding dengan usaha-usaha lokal yang banyak gulung tikar alias tutup.
Mirisnya dengan embel-embel retribusi parkir, pajak bumi bangunan dan pajak reklame yang didapat, sedangkan efeknya banyak usaha kecil masyarakat lokal tumbang dan Tutup.
Diminta kepada Bupati yang baru agar mengkaji dan mempertimbangkan ulang keberadaan Indomaret sejenisnya. Mana lebih banyak nilai dan manfaat fositipnya atau Negatif bagi kemasalatan Masyarakat. ( smarth )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan copy berita ini!