Berita  

Hambalang 3 Riau dan Pebriyan Winaldi Tegaskan Peran di Balik Peresmian Jembatan Merah Putih “Akses Terbuka hingga Ekonomi Bergerak”

KAMPAR – RIAU – 1Fakta. Com

Nama Pebriyan Winaldi dan peran Hambalang 3 Riau mencuat dalam momentum peresmian Jembatan Merah Putih di Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Selasa (17/3/2026). Kehadiran dan pernyataannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek pemerintah, tetapi juga bagian dari gerakan kolektif yang dikawal berbagai elemen, termasuk Hambalang 3 Riau.

Peresmian tersebut turut dihadiri Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, serta Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda.

Dalam keterangannya, Pebriyan tampil tegas menempatkan pembangunan jembatan sebagai simbol nyata kehadiran negara sekaligus hasil dari dorongan bersama untuk membuka keterisolasian wilayah.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ini adalah pembukaan akses kehidupan. Hambalang 3 Riau berdiri di garis depan untuk memastikan pembangunan seperti ini benar-benar berpihak kepada rakyat,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa selama ini keterbatasan infrastruktur menjadi penghambat utama pergerakan ekonomi masyarakat. Distribusi hasil pertanian tersendat, aktivitas perdagangan melambat, hingga akses pendidikan dan kesehatan menjadi tidak optimal.

Namun kini, Jembatan Merah Putih hadir sebagai titik balik.

“Jembatan ini memotong jarak dan waktu. Dampaknya langsung terasa—dari petani, pedagang, hingga anak-anak sekolah. Ini bukti bahwa pembangunan yang tepat sasaran akan mengubah kehidupan,” ujarnya.

Lebih jauh, Pebriyan Winaldi menilai kehadiran Listyo Sigit Prabowo dan Titiek Soeharto menjadi penegas bahwa pembangunan daerah mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Ini bukan sekadar seremoni. Ini pesan kuat bahwa pembangunan dan stabilitas harus berjalan beriringan. Infrastruktur tanpa keamanan tidak akan bertahan, dan keamanan tanpa pembangunan tidak akan berarti,” katanya.

Sebagai Ketua Hambalang 3 Riau, ia juga menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mengawal pembangunan agar tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar berdampak nyata.

“Kami ingin pembangunan yang hidup, bukan hanya di laporan. Hambalang 3 Riau akan terus memastikan setiap program menyentuh masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun.

“Ini milik kita bersama. Kalau dijaga, manfaatnya panjang. Kalau diabaikan, akan kembali menjadi masalah.”

Peresmian Jembatan Merah Putih di Desa Gobah kini bukan hanya tentang satu proyek yang selesai, tetapi tentang awal perubahan. Dengan akses yang terbuka, arus ekonomi diprediksi bergerak lebih cepat, membuka peluang baru, dan mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat di Kabupaten Kampar dan sekitarnya.**

Jangan copy berita ini!