Bireuen – 1fakta.com
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai kerjakan pembangunan baru Jembatan Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh.
Prosesi peresmian (groundbreaking) dilakukan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo yang turut didampingi Anggota DPR RI H. Ruslan Daud, SE, MAP, pada Rabu 21 Januari 2026.
Pembangunan jembatan tersebut ditargetkan rampung dalam kurun waktu enam hingga delapan bulan ke depan.
Dalam keterangannya, Menteri Dody menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan Aceh hingga Sumatra beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan serius terhadap berbagai fasilitas publik. Bahkan, sejumlah infrastruktur vital dilaporkan rusak berat hingga hilang terseret arus banjir.
“Akibat kerusakan tersebut, mobilisasi masyarakat serta distribusi logistik tidak dapat berjalan secara maksimal. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan konektivitas wilayah kembali pulih,” ujar Dody di sela kegiatan.
Ia menegaskan, pembangunan jembatan menjadi prioritas utama karena berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, akses layanan publik, serta kelancaran transportasi antarwilayah.
“Jembatan adalah urat nadi perekonomian daerah. Jika konektivitas terputus, maka pergerakan ekonomi ikut terhenti. Oleh sebab itu, penanganan infrastruktur pascabencana harus dilakukan secepat mungkin,” tegasnya.
Menurut Menteri Dody, setelah jembatan permanen Krueng Tingkeum selesai dibangun, jembatan tersebut akan difungsikan bersamaan dengan jembatan Bailey yang sebelumnya digunakan sebagai akses darurat, guna memperkuat arus lalu lintas masyarakat.
Lebih lanjut, ia memastikan pemerintah pusat berkomitmen membangun kembali seluruh jembatan yang rusak akibat bencana. Untuk tahap awal, prioritas difokuskan pada jembatan yang berada di jalur nasional, sementara jembatan fungsional di kecamatan-kecamatan terdampak akan ditangani secara bertahap.
“Kami pastikan tidak ada wilayah yang ditinggalkan. Semua infrastruktur yang rusak akan dipulihkan sesuai skala prioritas,” ungkapnya.
Kegiatan groundbreaking tersebut turut didampingi Anggota DPR RI H. Ruslan Daud, SE, MAP, Wakil Ketua DPRK Bireuen Surya Dharma, SH, sejumlah anggota DPRK, perwakilan PT Adhi Karya selaku pelaksana, serta rombongan pejabat Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.
Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum diharapkan menjadi titik awal percepatan pemulihan ekonomi dan mobilitas masyarakat Bireuen, sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur daerah terhadap bencana di masa mendatang.(Abd-72)

