Makassar,1fakta.com – Menjelang masa purnabakti Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Dr. Endy Sutendy pada April 2026, nama Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf semakin menguat dalam bursa calon pengganti.
Sosoknya dinilai memiliki kombinasi pengalaman, integritas, dan kedekatan dengan daerah yang menjadi modal penting memimpin Polda Sulteng.
Helmi Kwarta merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 yang dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang reserse.
Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai Wadirtipidum Bareskrim Polri dan menangani berbagai kasus kompleks, mulai dari kejahatan terorganisir hingga perkara strategis nasional.
Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan tantangan keamanan di Sulawesi Tengah yang beragam, seperti konflik agraria, aktivitas tambang ilegal, hingga peredaran narkotika.
Dengan pendekatan penegakan hukum yang tegas, Helmi dikenal mampu mengawal kasus-kasus besar tanpa mengabaikan aspek humanis.
Sejak menjabat sebagai Wakapolda Sulteng pada 11 November 2024, Helmi telah menjalani fase adaptasi yang dinilai strategis.
Sebagai putra asli Luwuk, Kabupaten Banggai, ia memahami kondisi geografis sekaligus karakter sosial budaya masyarakat setempat. Kedekatan ini menjadi nilai lebih dalam membangun komunikasi dan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Posisinya sebagai orang nomor dua di Polda Sulteng juga menempatkan Helmi Kwarta dalam posisi ideal untuk menjaga kesinambungan program yang telah berjalan. Ia dinilai memahami arah kebijakan institusi serta memiliki ruang untuk melakukan penguatan tanpa harus memulai dari awal.
Karier Helmi Kwarta di kepolisian terbilang lengkap. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Bener Meriah pada 2008 dan Kapolres Aceh Singkil pada 2009, sebelum kemudian mengisi berbagai posisi strategis di sejumlah wilayah.
Salah satu capaian menonjolnya terjadi saat menjabat sebagai Dirresnarkoba Polda NTB. Dalam periode tersebut, ia berhasil mengungkap sejumlah kasus besar narkotika, termasuk penyitaan sabu dengan jumlah signifikan dalam satu tahun yang menjadi catatan tersendiri di lingkungan Polda NTB.
Selain itu pada saat menjabat Dirreskrimsus Polda Sulsel, Helmi Kwarta meraih penghargaan dari Mensos RI atas pengungkapan kasus korupsi bantuan sosial Covid-19 atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Rekam jejak tersebut memperkuat posisi Helmi sebagai figur yang dinilai siap memimpin. Dengan kombinasi pengalaman operasional, pemahaman wilayah, serta kesinambungan program, ia disebut memiliki bekal kuat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di Polda Sulawesi Tengah.
Pergantian Kapolda Sulteng kali ini tidak sekadar menjadi rutinitas organisasi, melainkan momentum penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Dalam konteks tersebut, sosok Brigjen Helmi dinilai berada dalam posisi yang strategis untuk menjawab tantangan tersebut.(Niar)

