PELALAWAN – RIAU – 1Fakta. Com
Belum beroperasinya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) 1 PT Sari Lembah Subur (SLS) di Kecamatan Kerumutan memicu pertemuan antara manajemen perusahaan dan masyarakat setempat. Pertemuan itu digelar di Kafe Adul, Desa Bukit Lembah Subur, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Senin (2/2/2026) siang.
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut difasilitasi oleh Polsek Kerumutan dan dihadiri langsung Kapolsek Kerumutan IPTU Budi Santoso. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Yusri, SH, perwakilan manajemen PT Sari Lembah Subur, unsur serikat pekerja, tokoh lingkungan, pemuda, serta masyarakat Kelurahan Kerumutan.
Dari pihak perusahaan hadir Humas (CDO) PT Sari Lembah Subur Ginanjar Maolid, Kepala PKS 1 PT SLS F. Purba, serta staf PSM PT SLS yakni Okla, Lasturi, dan Egya. Sementara dari unsur pekerja hadir Ketua PUK FSPTI–SPSI PKS PT SLS 1, Jali.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah tuntutan disampaikan oleh perwakilan masyarakat dan serikat pekerja. Salah satunya adalah meminta kepastian kepada manajemen PT SLS terkait kapan PKS 1 kembali beroperasi dan mulai menerima Tandan Buah Segar (TBS).
Selain itu, masyarakat juga meminta agar penerimaan TBS lokal, khususnya dari wilayah ring 1 dan buah lokal, diprioritaskan dibandingkan TBS dari luar daerah.
Tak hanya itu, peserta pertemuan juga meminta penjelasan terkait potongan 2 persen untuk TBS non-plasma serta potongan 10 persen untuk buah KKPA.
Hasil pertemuan menyepakati bahwa masyarakat Lingkungan Bukit Garam, Kelurahan Kerumutan, memberikan tenggat waktu sekitar satu minggu kepada manajemen PT Sari Lembah Subur untuk memberikan jawaban dan kepastian terkait waktu beroperasinya PKS 1.
Apabila hingga batas waktu tersebut belum ada kejelasan, masyarakat menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa dengan melakukan penyetopan seluruh aktivitas operasional di Afdeling OJ wilayah Kerumutan.
Kapolsek Kerumutan IPTU Budi Santoso mengatakan bahwa selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Pertemuan pun berakhir sekitar pukul 15.00 WIB tanpa adanya gangguan kamtibmas.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk tetap menahan diri dan mengedepankan komunikasi yang baik agar situasi tetap kondusif,” ujarnya.

