Jembrana | 1fakta.com
Senja perlahan turun di Warung Kopi Serabi, di sudut warung sederhana itu, belasan anak muda duduk melingkar. Tidak ada panggung megah, tidak ada dekorasi khusus. Hanya percakapan, tawa, cerita, dan lagu yang dinyanyikan bersama. Minggu (15/2/2026).
Sore itu menjadi pertemuan terakhir Komunitas JEC sebelum memasuki bulan Ramadan. Selama 10 bulan terakhir, komunitas yang didirikan oleh Mr. Barker dan Hilman pada April 2025 ini konsisten menggelar kegiatan rutin setiap minggu. Total 28 pertemuan telah dilalui, membangun kebiasaan belajar yang tak sekadar formal, tetapi penuh kebersamaan.
Dengan mengusung tema “Sharing, Story Telling and Singing Together”, sebanyak 16 peserta hadir, dari total keseluruhan 30 member termasuk anggota baru. Padahal, anggota aktif JEC saat ini berjumlah 10 orang. Kehadiran wajah-wajah baru menjadi warna tersendiri dalam suasana yang terasa hangat dan akrab.
Kegiatan dimulai pukul 17.00 WITA dengan do’a bersama. Setelah itu, para anggota diajak berbincang menggunakan bahasa Inggris selama lima menit, sebuah kebiasaan yang menjadi ciri khas JEC. Tak ada tekanan, tak ada rasa takut salah. Setiap orang diberi ruang untuk berbicara tanpa dihakimi.
Lebih lanjut sesi kemudian pada storytelling. Beberapa anggota bergantian menceritakan aktivitas harian dan pengalaman pribadi mereka. Di sinilah suasana menjadi lebih emosional. Cerita sederhana tentang kuliah, pertemanan, hingga tantangan belajar, berubah menjadi ruang saling mendengar dan memahami.
“Melalui cerita, kami ingin setiap anggota merasa dihargai dan dipedulikan. Sebelum libur Ramadan, kami ingin hubungan emosional semakin kuat,” ujar Hilman,
Memasuki sesi terakhir, suasana berubah lebih cair. Lagu-lagu dipilih berdasarkan permintaan peserta. Gitar dimainkan, suara-suara menyatu, dan senyum tak berhenti terlihat. Penyanyi lokal Jembrana, Eva, turut memeriahkan momen tersebut. Dua mahasiswa dari PTIQ Jakarta juga ikut bergabung, menambah semangat kebersamaan.
Bagi para anggota, JEC bukan sekadar tempat belajar bahasa Inggris. Komunitas ini menjadi ruang aman untuk melatih mental, keberanian tampil, dan rasa percaya diri. Visi mereka sederhana namun kuat: membangun pemuda-pemudi Jembrana agar berani berbicara tanpa takut dihakimi, meski belum fasih berbahasa inggris.
“Di sini kami bukan hanya belajar. Kami bertumbuh bersama. Mental kami terasah, kami punya teman baru, dan belajar jadi lebih menyenangkan,” ungkap Uyung salah satu anggota.
Mengakhiri pertemuan ditutup pukul 18.30 WITA dengan do’a bersama. Menjelang satu tahun perjalanan JEC pada April 2026.
Di Warung Kopi Serabi sore itu, JEC seakan menegaskan semboyan mereka: “We stand together, We fall together, We win together.” Bagi mereka, belajar bukan hanya soal materi, tetapi tentang saling menguatakan dalam setiap langkah.
By Hilman

