Mengenang Masa Pembangunan Mesjid Siborongborong tahun 2016-selesai tahun 2017.

Siborongborong – 1fakta.com

Mesjid siborongborong pada saat pembangunan Bendahara dan ustad memakai rekening pribadi-pribadi. Semestinya penampungan uang yang masuk harus ke satu rekening atas nama ketua dan bendahara. BKM,Namun hal itu tidak dilaksanakan ,pada saat itulah ketahuan bahwa selama 12 tahun bendahara uang mesjid nyatanya memakai rekening pribadi . Pengambilan uang sesukanya tanpa diketahui siapa pun ,hingga ada dugaan uang tersebut dapat dipakai untuk kepentingan pribadi oleh bendahara, hingga merembes sampai pada bantuan para dermawan. Saat pembangunan mesjid dilakukan tahun 2016 lalu.
Tidak terbantahkan datang nya kecurigaan bila orang yang mengetahui sistim dan menejemen keuangan. diduga banyak uang para dermawan stop di beberapa rekening orang-perorang. kenapa ada tudingan begitu….?
Akibat setiap orang yang ditugaskan pencarian dana pembangunan memakai rekening pribadi pribadi.

Seperti bantuan gubernur Tengku Erry Nuradi. Perna menjanjikan bantuan pembangunan ke-mesjid siborongnorong sebanyak Rp 50 jt hingga kini tidak tau rimbanya,berarti gubernur Tengkuh erry Nuradi masih punya utang pada pembangunan mesjid siborongborong .

Pada saat jalannya pembangunan, hasil rapat atau tidak.dihunjuk lah siapa orang yang berangkat,kekantor gubernur ada empat atau enam orang dengan dana ditarik dari kas mesjid kalau tidak salah lebih kurang.12 jt , untuk biaya perjalanan. beberapa bulan kemudian mereka yang berangkat kekantor gubernur. ditanyai tentang bantuan pembangunan mesjid dari gubernur apakah sudah di bayarkan atau belum mereka menjawab belum mebayar hingga masa jabatan nya berahir, dan berita ini di naikkan .
Masyarakat banyak yang merasa tidak yakin dan tidak mungkin karna itu bukan uang pribadi gubernur ,Anggaran itu sudah ditampung di sala- satu dinas .

Setelah selesainya pembangunan Mesjid ,
Dz simatupang sebagai ketua BKM. kalau tidak salah ikut ke kantor gubernur . Bantuan keuangan untuk pembangunan mesjid, banyak yang diragukan kebocorannya sebab memakai rekening masing- masing, masuknya bantuan dari luar daerah hingga sulit dikontrol , contoh pergi ke padang sidempuan bawa proposal suruh kirim ke rekening sipembawa froposal.
Begitu juga berangkat kemana- mana siapa yang bawa proposal uang dikirim melalui rekening sipembawa proposal

Sejak DZ simatupang ketua hingga pergantian kepada A. Munte , sala- seorang penasehat pernah mengajukan untuk membentuk pembubaran kepanitiaan pembangunan tapi kedua- duanya tidak setuju. Kita pertanyakan alasannya namun tak ada jawaban.dikarenakan ketidak mauan mereka berdua timbul pertanyaan ada apa ….? dan laporan keuangan hanya melalui beberapa lembar kertas yang ditempel didinding mesjid tanpa dirapatkan. Ironisnya dua bendahara HH & PS tapi yang membuat laporan pertanggung jawaban keluar-masuknya uang dimasa pembangunan orang adalah JP yang bukan bendahara .

Sala seorang penasehat ber tanya tentang uang bantuan 50 jt dari gubernur sumut tapi mereka berkata sudah tidak ada lagi itu bantuan ” katanya ,
si penasehat curiga dan patut menduga jatunya uang itu mungkin pada rekening siapa, diantara yang ikut berangkat.ke-kantor gubernur provinsi Sumut atau yang lain , kalau pun uang 50’jt itu uang pribadi gubernur , bagi beliau tidak seberapa,untuk mencari pahala..
mungkin kah gubernur tidak menjaga marwahnya ..?
saya yakin sudah di bayarkan tapi pengirimannya melalui kerekening siapa,…?
Tidak ketahuan hingga berita ini diterbitkan dan harus diusut
Kalau bantuan itu dibayarkan berarti pengurus mesjid siborongborong sudah mencemarkan nama baik Gubernur Tenku erry Nuradi. ( Smarth) .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *