BANDUNG ll 1Fakta.com ll 03 Januari 2026 – Kota Bandung kembali membuktikan dirinya sebagai “Kota Cinta” melalui perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini. Dari perspektif Ketua Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Bandung, Pdt (Abednego) Mulianto Halim, M.Th. – yang akrab disapa Pak Mul – perayaan ini bukan sekadar acara tahunan, melainkan sebuah perwujudan nilai-nilai luhur yang mengakar dalam jiwa masyarakat Bandung.
Dalam temu tatap muka yang dilakukan di halaman Gereja Kristen Indonesia (GKI) Cikapundung Indah – salah satu lokasi perayaan yang menjadi pusat kebersamaan – Pak Mul mengungkapkan bahwa keberhasilan Nataru tahun ini terletak pada bagaimana setiap individu dan kelompok berperan sebagai bagian dari satu kesatuan yang saling melengkapi. “Puji Tuhan, tahun ini kita tidak hanya merayakan kelahiran Yesus Kristus dan menyambut tahun baru dengan sukacita, tapi juga merayakan keindahan hubungan antarmanusia yang dibangun atas dasar rasa hormat dan gotong royong,” ujarnya Sabtu (3/1/2026).
Dukungan yang melimpah datang dari segala penjuru masyarakat. Selain 573 personel Satpol PP yang menjaga ketertiban di 14 gereja se-Kota Bandung pada malam Natal, dan 709 personel yang mengamankan kawasan seperti Alun-Alun Bandung, Trans Studio Mall, dan kawasan jalan di Bandung pada malam pergantian tahun, banyak elemen masyarakat yang secara sukarela berkontribusi. Komunitas seniman memberikan pertunjukan seni untuk menghiasi acara, kelompok ibu-ibu membuat makanan khas untuk dibagikan kepada warga yang merayakan, hingga pelajar yang membentuk tim untuk membantu petugas dalam pengaturan lalu lintas.
“Kita melihat bagaimana pedagang kaki lima yang biasanya berjualan di sekitar gereja secara sukarela memindahkan kios mereka sementara waktu untuk memudahkan akses ibadah, bagaimana pengusaha hotel memberikan tempat istirahat bagi petugas yang berjaga, dan bagaimana komunitas penyandang disabilitas membantu dalam penyebaran informasi bagi masyarakat. Ini adalah wujud nyata dari firman Tuhan dalam 1 Korintus 12:21-22 yang menyatakan, ‘Tidak mungkin mata berkata kepada tangan, “Aku tidak membutuhkanmu,” atau kepala berkata kepada kaki, “Aku tidak membutuhkanmu.” Sebaliknya, anggota tubuh yang tampaknya lebih lemah justru sangat penting,'” jelas Pak Mul dengan emosi yang terasa dalam suaranya.
Ia menambahkan bahwa semangat kolaboratif yang terlihat selama Nataru ini bukan hanya untuk satu momen saja, tapi harus menjadi warisan berharga yang diteruskan ke generasi mendatang. Seperti yang terkandung dalam firman Tuhan dalam Yosua 24:15, “Aku dan keluargaku akan setia kepada Tuhan” – demikian juga, kata Pak Mul, masyarakat Bandung harus tetap setia pada nilai-nilai kebersamaan yang telah membuktikan manfaatnya.
Meskipun terdapat peningkatan kunjungan wisatawan dari dalam dan luar kota yang menyebabkan kepadatan di kawasan Cihampelas, Braga, Dago, dan sekitaran Bandung Indah Plaza, kondisi tersebut tetap terkendali dengan baik. Hal ini tidak lepas dari kerja sama antara dinas perhubungan, polisi lalu lintas, dan warga lokal yang saling membantu mengarahkan aliran kendaraan serta memberikan informasi kepada pengunjung.
“Puji Tuhan atas setiap hati yang mau berbagi dan berkontribusi. Suksesnya Nataru tahun ini adalah bukti bahwa Bandung tidak hanya indah dengan pemandangannya dan lezat dengan kulineranya, tapi juga luar biasa dengan kebaikan masyarakatnya. Semoga semangat ‘Kota Cinta’ ini terus menyebar dan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia, sehingga kita bisa bersama-sama membangun negeri yang lebih damai dan sejahtera,” tutup Pak Mul sambil mengucapkan doa untuk kebaikan Kota Bandung dan seluruh rakyatnya.
Jurnalis: Vicken Highlanders
Editor: Romo Kefas

