Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili Capai 23 Persen, TNI Pastikan Rampung Februari 2026

Aceh Tengah – 1fakta.com

Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah terus digenjot. Hingga Selasa, 27 Januari 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 23 persen, menandai komitmen kuat TNI bersama masyarakat dalam membuka akses vital bagi wilayah pedalaman Kecamatan Linge.

Jembatan gantung yang berlokasi di Desa Owaq, Kecamatan Linge, kab Aceh Tengah, merupakan sarana penghubung utama menuju lima desa di kawasan pemukiman Wih Ni Jamat, yakni Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, Desa Kute Reje, dan Desa Reje Payung.

Jembatan dengan tipe jembatan gantung dan panjang sekitar 100 meter ini dibangun menggunakan material yang seluruhnya disiapkan oleh TNI Angkatan Darat, sebagai wujud nyata dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedalaman.

Pelaksanaan pembangunan melibatkan personel gabungan TNI dan masyarakat, yaitu personil Koramil 05/Linge sebanyak 4 orang dipimpin Lettu Inf Muklis,
Yon TP 854/DK sebanyak 40 personel dipimpin Letda Czi Alsyaf
Kompi B Yonif 114/SM sebanyak 5 personel dipimpin Serda Nurdian
Serta 5 orang masyarakat setempat
Pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai pada Februari 2026. Pada tahap pekerjaan saat ini, personel TNI bersama masyarakat melaksanakan sejumlah kegiatan utama, meliputi:

Pengecoran Sumbu 1B
Pelangsiran batu ke titik (2)
Pembuatan mal abutmen (2) oleh tukang. Pelangsiran bahan mal ke titik (2) oleh personel TNI
Untuk menunjang kelancaran pekerjaan, material yang telah berhasil dimobilisasi ke lokasi antara lain:

Semen sebanyak 400 sak
Besi behel 50 batang
Besi ulir 119 batang
Batu split 6 kubik
Pasir 15 kubik
Batu 15 kubik
Sling atas 1½ inci
Sling bawah 1 inci
Besi UNP

Namun demikian, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi kendala berupa jarak pelangsiran material yang cukup jauh, khususnya untuk pengambilan batu koral (batu mangga) yang akan digunakan pada rencana pengecoran di titik (2).

Meski dihadapkan pada medan dan tantangan logistik, Lettu Inf Muklis selaku perwira penanggung jawab menegaskan bahwa pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.

“Kami bersama seluruh personel TNI dan masyarakat terus bekerja maksimal meskipun kondisi medan cukup berat. Jembatan ini sangat penting untuk menunjang mobilitas warga serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili diharapkan segera rampung dan dapat menjadi sarana strategis dalam memperlancar akses transportasi, memperpendek jarak tempuh antar desa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.(#)