Majalengka – 1fakta.com
Anggota Komisi XII Ateng Sutisna dari Fraksi PKS menilai keputusan pemerintah pusat untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai langkah tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ateng memberikan apresiasi atas keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi per 1 April 2026. “Dalam situasi geopolitik yang memicu lonjakan harga BBM, pemerintah pusat hadir dan menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas harga BBM di masyarakat. Pemerintah telah berusaha untuk tidak menaikkan harga BBM dan menyediakan stok BBM yang cukup untuk masyarakat. Hal ini penting karena pemerintah berpihak kepada masyarakat,” papar Ateng.
Selain itu, Ateng menambahkan, Komisi XII mengimbau agar tidak ada penyalahgunaan BBM subsidi dan bila ditemukan ada penyalahgunaan, bisa lapor ke mereka. “Jika ada penyalahgunaan BBM subsidi atau penimbunan BBM, maka segera lapor ke kami, nanti akan kami tindaklanjuti,” seru Ateng.
Ateng juga menyatakan bahwa stok BBM untuk masyarakat masih terjamin. “Masyarakat jangan panik, jangan melakukan pembelian berlebihan. Kita bersama pemerintah sudah merancang ketersediaan BBM yang cukup untuk masyarakat. Kalau ada penggunaan BBM yang tidak tepat sasaran, maka mohon laporkan kepada kami,” ujar Ateng.
Kita juga akan mendorong produksi dalam negeri untuk meningkatkan atau mendukung ketersediaan energi. “Kami menghimbau kepada masyarakat yang memiliki kompor listrik, lebih baik beralih ke sana. Dan ketersediaan listrik itu terjamin. Kita juga mendorong Dinas Perhubungan untuk menggunakan sepeda listrik untuk kelangsungan ketersediaan listrik,” tutur Ateng. (Aboen)

