Bireuen – 1fakta.com
Pemerintah Kabupaten Bireuen terus berupaya menangani dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat pascabencana banjir dan longsor. Salah satu langkah yang diterapkan di pengungsian adalah pola distribusi bantuan dengan pendekatan “ sistem rambutan 1 ikat ”, yang menekankan pemerataan bantuan kepada seluruh penyintas secara adil dan bertahap.
Meski belum sepenuhnya sesuai harapan, sistem ini diakui sebagai salah satu solusi agar tidak ada warga terdampak yang terabaikan. Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST menyebutkan bahwa jumlah warga terdampak mencapai lebih dari *118.000 jiwa*, dan mayoritas kini mengalami kesulitan dalam mencari nafkah karena kehilangan mata pencaharian.
“Memang belum sempurna, tapi kita akan berusaha semaksimal mungkin. Yang penting seluruh warga bisa merasakan bantuan, walaupun sedikit-sedikit, agar tetap bisa bertahan di masa sulit ini,” ujarnya.
Pola distribusi ini menjadi bagian dari strategi bertahap dalam proses pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, sambil menunggu program hunian tetap dan bantuan jangka panjang lainnya terealisasi. Pemkab Bireuen juga mengajak semua pihak untuk terus bersinergi dalam membantu para penyintas bangkit kembali.
(Erna)

