PELALAWAN – RIAU – 1Fakta. Com
Tim Gabungan Pemburu Karhutla dari Polsek Pangkalan Kuras melakukan giat pendinginan pada lokasi bekas lahan terbakar yang tidak terpantau oleh aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK). Operasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan Regu Patroli Pantau Api milik PT Surya Bratasena Plantation (SBP) yang mendeteksi adanya sisa kebakaran di wilayah Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.
Kegiatan pendinginan hari kedua ini dipimpin oleh Kanit Sabhara Polsek Pangkalan Kuras, AKP Haris. Tim turun ke lokasi sejak pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB dengan menyisir area terbakar seluas kurang lebih satu hektare yang berada di tepian Sungai Nilo, tepatnya di Dusun I, RT 001 RW 001, Desa Kesuma.
Lokasi yang terdampak memiliki jenis tanah semi gambut, dengan koordinat titik api tercatat di 0°5’11.718″ N, 101°55’29.592″ E. Akses menuju lokasi cukup sulit, di mana personel harus menempuh perjalanan sekitar satu jam, dilanjutkan berjalan kaki sejauh satu kilometer dan menyeberangi Sungai Nilo menggunakan pompong.
Tim gabungan yang terlibat terdiri dari:
• Polsek Pangkalan Kuras: 3 personel
• Aparatur Desa Kesuma: 2 orang
• Masyarakat Peduli Api (MPA): 2 orang
• Mangala Agni: 5 orang
• RPK PT Arara Abadi Distrik Nilo: 2 orang
• PT Surya Bratasena Plantation (SBP): 7 orang.
Peralatan dan kendaraan yang digunakan antara lain:
• Mobil patroli dari Polsek, PT Arara Abadi, dan Mangala Agni
• Tiga unit pompa air sungai
• Tiga unit mesin pemadam portabel (ministraiker) dari masing-masing instansi terkait.
“Tim melakukan penyisiran dan pemadaman sisa asap pada sejumlah titik. Saat ini, tidak tampak lagi adanya api maupun asap di lokasi,” jelas Kapolres Pelalawan, AKBP Jhon Louis Letedara.
Ia menambahkan, kondisi saat ini di lokasi bekas kebakaran dinyatakan aman dan terkendali. Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan monitoring guna mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di area rawan dengan vegetasi gambut.

