PELALAWAN – RIAU – 1Fakta. Com
Kepolisian Sektor (Polsek) Pangkalan Kuras menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait antisipasi bencana banjir di wilayah hukum Polsek Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, sekitar pukul 10.30 WIB, bertempat di Dusun Nilo, Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras. Sosialisasi dipimpin oleh Bripka Riyon Perry Napitupulu dan diikuti oleh personel Polsek Pangkalan Kuras serta masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Kampar.
Dalam sosialisasi tersebut, personel kepolisian menyampaikan informasi terkini mengenai kondisi Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang di Kabupaten Kampar.
Masyarakat diberi pemahaman terkait meningkatnya debit air sungai akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu waduk.
“Curah hujan yang tinggi di wilayah hulu menyebabkan peningkatan inflow atau air masuk ke Waduk PLTA Koto Panjang, sehingga elevasi air waduk turut mengalami kenaikan,” ujar Bripka Riyon Perry Napitupulu saat memberikan penjelasan kepada warga.
Selain itu, disampaikan pula adanya gangguan pada satu unit turbin PLTA yang berdampak pada tidak maksimalnya outflow atau air keluar waduk. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketinggian permukaan Sungai Kampar di wilayah hilir.
Polsek Pangkalan Kuras juga menginformasikan bahwa pembukaan pintu pelimpah air (spillway gate) Waduk PLTA Koto Panjang telah dilakukan sejak Selasa, 30 Desember 2025, pukul 10.30 WIB. Akibat pembukaan pintu tersebut, diperkirakan terjadi kenaikan permukaan Sungai Kampar sekitar 20 hingga 30 sentimeter.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat Kecamatan Pangkalan Kuras, khususnya warga yang beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Kampar, agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi kenaikan air sungai.
Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Rinaldy Parlindungan menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam mengantisipasi dampak bencana alam, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi banjir.
“Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Kami berharap masyarakat dapat lebih siap dan sigap menghadapi kemungkinan terjadinya banjir,” ujarnya.

