Bireuen – 1fakta.com
Genjot Swasembada Pangan pasca bencana banjir, Petani Peudada Uji Coba Pompanisasi. Muntasir Mahmud, dukungan para para petani untuk bersama menjaga dan memelihara Fasilitas dan Sarana Bantuan Pemerintah, Rabu (15 Januari 2026)
Mukim Peudada, Muntasir Mahmud mengatakan, sejak 3 (tiga) tahun terakhir “Ribuan Hektare” sawah tidak dapat berfungsi, dikarenakan Irigasi Hagu rusak total dihantam banjir pun Irigasi Aneuk Gajah Rheot yang terkendala sejak beberapa dekade dengan berbagai kendala, ucapnya.
Sangat berterimakasih, petani Peudada sedikit berlapang dada dengan adanya Bantuan Pemerintah dalam Bentuk Sarana pendukung berupa Pompanisasi. Fasilitas ini dioperasikan di Gampong Meunasah Krueng dengan sumber air langsung dari Sungai, kini mulai dioperasikan, kata Mukim Muntasir.
Dengan adanya sarana ini diharapkan para petani dapat bersama menjaga dan memelihara bantuan dari pemerintah. Namun dalam hal ini tentunya tidak terlepas yang perlu diperhatikan adalah saluran dan jaringan yang hingga hari ini masih banyak yang tersumbat.
Nah, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya kita mengadakan gotong royong untuk membersihkan saluran disepanjang jaringan utama hingga saluran cacing. Dan hal ini akan disampaikan pada musyawarah yang akan digelar dalam dua hari kedepan, sebut Imum Mukim Peudada.
Sementara Keuchik Meunasah Krueng, Azhar menyatakan, Pompanisasi baru dalam tahapan Uji Coba yang telah dioperasikan sudah 3 tiga hari. Namun saat ini debit air masih terbatas dikarenakan baru satu mesin yang berfungsi, sehingga belum semua dapat teraliri dengan maksimal,
Selain itu, dari tempat penampungan atau Tabung Sentral di Gampong Meunasah Krueng, air disalurkan dengan sistem pemipaan ke sejumlah areal persawahan melalui Gampong Meunasah Rabo menuju saluran sekunder hingga ke saluran primer secara buka tutup untuk memastikan pemerataan terhadap jumlah dan keluasan persawahan, sebut Keuchik Azhar.
Dengan kapasitas 1 (satu) mesin, air dapat disalurkan ke persawahan mencapai 30 persen dibandingkan dengan debit normal jaringan irigasi sebelumnya. Namun dapat dipastikan meningkat hingga 60 persen setelah kedua mesin beroperasi secara maksimal, Azhar menjelaskan.
Pompanisasi diinisiasi untuk mengatasi kendala suplai air ke Ribuan Hektare sawah di Kecamatan Peudada yang sudah 3 tahun lebih tidak bisa tanam padi akibat rusaknya tanggul dan bendungan irigasi sejak beberapa tahun silam. Kondisi diperparah lagi pasca bencana alam baru-baru ini.
Dengan Rampungnya Pompa Air yang beroperasi dari Gampong Meunasah Krueng, diharapkan asa masyarakat petani akan kembali tersahuti sebagai penopang ekonomi sekaligus membangkitkan swasembada pangan setidak-tidaknya untuk lingkungan Kabupaten Bireuen dan Kecamatan Peudada tentunya, ungkap Keuchik Azhar.(Abd-72)

