Progres 56,6 Persen, Kodim 0106/Aceh Tengah Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Desa Burlah

Aceh Tengah – 1fakta.com

Pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, yang digarap jajaran Kodim 0106/Aceh Tengah telah mencapai progres 56,6 persen per Senin (23/2/2026). Pekerjaan ditargetkan rampung pada Februari 2026.

Jembatan sepanjang 120 meter itu dibangun untuk membuka akses dari Desa Kala Ketol menuju Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara, hingga Desa Bintang Pepara. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi jalur vital penghubung antar desa yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.

Pengerjaan di lapangan melibatkan personel gabungan. Sebanyak lima personel Koramil 09/Ketol dipimpin Kapten Inf Iwan Mulyawan diterjunkan langsung ke lokasi. Dukungan juga datang dari tujuh personel Yon TP 854 di bawah komando Sertu Windra serta dua personel Pusziad yang dipimpin Serka Bahtiar. Masyarakat setempat turut ambil bagian membantu proses pembangunan secara gotong royong.

Sejumlah item pekerjaan yang saat ini dikebut meliputi pengelasan hanger, pengelasan klem hanger, pemasangan hanger, serta pemasangan dan pengelasan gelagar lantai. Tahapan tersebut merupakan bagian krusial dalam memastikan kekuatan dan kestabilan struktur jembatan gantung.

Dari sisi logistik, material utama telah dimobilisasi ke lokasi. Tercatat 490 sak semen, 13 truk pasir, lima truk dan satu unit mobil L300 bermuatan batu split, serta puluhan batang besi berbagai ukuran telah tersedia. Selain itu, komponen penting seperti tiang pylon, sling baja ukuran 1,5 inci dan 1 inci, angkur tiang, roll pylon, UNP gelagar lintang, plat baja, hingga baut ulir juga telah berada di lokasi pembangunan.

Perlengkapan pengecatan seperti cat minyak merah dan putih, thinner, serta cat tembok turut disiapkan sebagai bagian dari tahap akhir atau finishing.

Dengan progres yang telah melampaui setengah target, jajaran TNI memastikan pekerjaan terus dipacu agar selesai tepat waktu dan segera dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai akses transportasi yang lebih aman, cepat, dan efisien.

Kapten Inf Iwan Mulyawan mengatakan, pihaknya optimistis pembangunan jembatan gantung tersebut dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. “Kami terus mengoptimalkan personel dan waktu kerja di lapangan. Dukungan masyarakat juga sangat membantu percepatan pembangunan. Harapannya, jembatan ini segera bisa digunakan dan memberikan manfaat besar bagi perekonomian serta mobilitas warga,” ujarnya.