Aceh Tengah – 1fakta.com
Pembangunan jembatan gantung Kalaili di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Sabtu (14/2/2026), capaian fisik konstruksi telah menyentuh angka 47,2 persen.
Proyek infrastruktur sepanjang 100 meter itu dikerjakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Kodim 0106/Aceh Tengah di bawah komando Lettu Inf Muklis, dengan dukungan 30 personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 854/Dharma Karsaka yang dipimpin Letda Czi M. Naufal.
Lettu Inf Muklis mengatakan pembangunan jembatan ini menjadi prioritas karena fungsinya yang vital bagi masyarakat pedalaman.
“Jembatan ini akan menjadi akses penghubung utama dari Desa Owaq menuju kemukiman Wih Dusun Jamat, sekaligus membuka konektivitas antar desa seperti Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje, dan Reje Payung,” ujarnya.
Berdasarkan laporan lapangan yang disampaikan kepada jajaran Kodim 0106/Aceh Tengah, sejumlah pekerjaan krusial telah rampung. Empat abutmen—1a, 1b, 2a, dan 2b—selesai dicor sebagai fondasi penopang utama konstruksi.
Di sisi lain, tiang tower atau pilon titik satu kini dalam tahap pengecatan, sementara tower sisi kanan telah berdiri tegak. Pekerjaan lanjutan difokuskan pada penguatan struktur dan persiapan pemasangan kabel seling sebagai elemen utama jembatan gantung.
Pada hari yang sama, personel TNI terlihat memplester beton angkur di titik satu, mengecat pilon, membantu proses pengelasan tower kiri di titik dua, serta menyiapkan dan membentangkan tali seling untuk memudahkan pemasangan kabel utama.
Pembangunan ini melibatkan lintas satuan, yakni tiga personel Koramil 05/Linge, 30 personel Yon TP 854/Dharma Karsaka, empat personel Kompi B Yonif 114/SM, serta dua personel Zeni Angkatan Darat (Puziad). Sinergi tersebut mempercepat ritme pekerjaan di lapangan.
Dari sisi material, mobilisasi logistik terus dilakukan. Tercatat 400 sak semen, 50 batang besi behel, 119 batang besi ulir, 49 batang besi 19 mm, serta berbagai jenis besi konstruksi seperti UNP, siku, dan flat telah tersedia di lokasi. Selain itu, enam kubik batu split, 15 kubik pasir, 15 kubik batu, delapan tiang tower, kabel seling atas dan bawah, hingga kayu keras untuk lantai jembatan turut menunjang pengerjaan.
Seluruh material tersebut diproyeksikan untuk memenuhi target penyelesaian pada Februari 2026.
Meski progres berjalan sesuai rencana, Satgas menghadapi tantangan geografis. Jarak pelangsiran material aksesori jembatan—seperti besi UNP 100 dan hanger—dari titik satu ke titik dua cukup jauh dan membutuhkan tenaga ekstra.
Kondisi medan yang tidak sepenuhnya mudah diakses membuat proses distribusi material harus dilakukan secara bertahap. Namun demikian, koordinasi intensif dan pembagian tugas yang terstruktur menjadi strategi utama untuk menjaga stabilitas progres pembangunan.
Jika rampung sesuai jadwal, jembatan gantung Kalaili diharapkan mampu mempercepat mobilitas warga, memangkas waktu tempuh antar desa, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan akses layanan dasar masyarakat di wilayah pedalaman Kecamatan Linge, Aceh Tengah.

