Aceh Tengah 1fakta.com
Personel Satgas Gulbencal bersama TNI dan relawan melakukan pembersihan fasilitas pendidikan SMP Negeri 26 Takengon yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, pada Jumat (6/2/2026) pagi. Kegiatan ini difokuskan untuk memulihkan sarana sekolah agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan.
Pembersihan dilakukan oleh personel Kodim 0106/Aceh Tengah, prajurit Yonif TP 854/DK, aparatur sipil negara (ASN) SMPN 26 Takengon, serta relawan setempat. Total personel yang terlibat sebanyak 30 orang lebih, dengan dukungan unsur TNI sebagai kekuatan utama di lapangan. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari.
Adapun sasaran fisik yang dibersihkan meliputi tujuh unit bangunan di lingkungan SMPN 26 Takengon yang tertimbun material lumpur banjir bandang setinggi lutut orang dewasa. Bangunan tersebut terdiri atas satu gedung dewan guru dengan empat ruangan, tiga gedung lokal belajar siswa, satu gedung perpustakaan, satu mess sekolah, serta satu unit rumah dinas guru dengan tiga ruangan. Material lumpur dan sisa banjir menutup lantai, dinding, serta perabot sekolah.
Personel Kodim 0106/Aceh Tengah yang terlibat yakni Serka Adang Sukmana dan Kopda Sabtudin Erwin. Sementara dari Yonif TP 854/DK dikerahkan 20 personel yang dipimpin Sertu Oein Zulkarnain. Dari pihak sekolah, tiga ASN turut membantu, serta lima relawan masyarakat. Unsur instansi terkait lain seperti Polri dan LSM dilaporkan belum terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan difokuskan pada pembersihan lumpur di gedung ketujuh, yakni rumah dinas guru, sekaligus membuka akses dan membersihkan ruang-ruang yang paling terdampak. Personel dan warga bekerja secara gotong royong menggunakan alat seadanya untuk mengeruk lumpur, membersihkan dinding, serta mengangkat material sisa banjir.
Hingga Jumat siang, progres pembersihan telah mencapai sekitar 70 persen. Sejumlah ruangan sudah dapat diakses, meski masih terdapat endapan lumpur di sudut-sudut bangunan dan lantai yang memerlukan pembilasan lanjutan. Upaya pembersihan akan dilanjutkan sampai seluruh gedung layak digunakan kembali.
Kendala utama di lapangan adalah keterbatasan ketersediaan air bersih untuk mempercepat pembersihan sisa lumpur yang menempel di dinding dan lantai gedung. Kondisi ini memperlambat proses pemulihan fasilitas sekolah pascabencana.
Melalui kegiatan ini, Satgas Gulbencal bersama unsur TNI dan masyarakat berharap fasilitas pendidikan SMPN 26 Takengon dapat segera pulih sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terganggu terlalu lama. Pemerintah daerah diharapkan turut memberikan dukungan sarana pendukung agar proses pemulihan pascabencana di wilayah Linge dapat berjalan lebih cepat dan optimal.(#)

