Aceh Tengah – 1fakta.com
Personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas Gulbencal) terus mempercepat proses rehabilitasi fasilitas pendidikan pasca tanah longsor dan banjir bandang di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Pada Minggu (22/2/2026) pukul 08.30 WIB, personel dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama prajurit Yonif TP 854/DK melaksanakan pengecatan dan pembersihan lingkungan di SMPN 26 Takengon yang terdampak bencana.
Kegiatan rehabilitasi difokuskan pada enam unit gedung sekolah dengan total 10 ruangan. Rinciannya meliputi satu gedung dewan guru berisi tiga ruangan, satu gedung perpustakaan, satu gedung mess sekolah, satu gedung dengan tiga ruang belajar siswa, serta dua gedung yang terdiri dari empat unit rumah guru.
Dalam pelaksanaan kegiatan, dua personel Kodim 0106/Aceh Tengah, yakni Serka Mhd. Tuah Hasibuan dan Koptu Amirul, diturunkan langsung ke lapangan. Mereka diperkuat 20 personel Yonif TP 854/DK di bawah pimpinan Serda Rudi Saputro. Tidak terdapat keterlibatan instansi lain dalam kegiatan tersebut, sehingga seluruh pengerjaan difokuskan oleh unsur TNI.
Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi pengecatan dinding dengan warna dasar putih, pengecatan kusen pintu dan jendela menggunakan cat minyak warna hitam, serta kombinasi warna merah pada tulang dan tiang gedung. Selain itu, personel juga melakukan pembersihan ulang sisa material lumpur akibat genangan air hujan yang masih masuk ke area sekolah.
Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 45 persen. Namun, sejumlah kendala masih dihadapi di lapangan. Bagian bawah dinding gedung yang menguning akibat terendam banjir memerlukan pengecatan berlapis agar hasil lebih maksimal. Beberapa daun jendela yang rusak atau lepas juga harus diperbaiki kembali. Selain itu, genangan air berlumpur saat hujan masih berpotensi masuk ke dalam ruangan sehingga pembersihan harus dilakukan berulang.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung percepatan pemulihan sarana pendidikan agar proses belajar mengajar di wilayah terdampak bencana dapat kembali berjalan normal. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas di lapangan.

