Jakarta ll 1Fakta.com ll Organisasi kebangsaan Setya Kita Pancasila (SKP) memberikan apresiasi atas langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menghabiskan momentum Tahun Baru bersama anak-anak di Aceh. Langkah tersebut dinilai mencerminkan kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat serta menempatkan generasi muda sebagai prioritas pembangunan bangsa.
Ketua Umum Setya Kita Pancasila, Andreas Sumual, menilai kehadiran Presiden Prabowo di tengah anak-anak Aceh bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pesan kebangsaan yang kuat mengenai arah kepemimpinan nasional ke depan.
“Presiden Prabowo menunjukkan nilai-nilai Pancasila melalui keteladanan langsung. Kehadiran beliau di tengah anak-anak menjadi simbol bahwa negara hadir dan peduli terhadap masa depan generasi penerus bangsa,” ujar Andreas dalam keterangan tertulis, Selasa (—).
Menurut SKP, Aceh memiliki makna historis dan strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia. Wilayah tersebut merepresentasikan nilai perjuangan, religiusitas, serta semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Humas Setya Kita Pancasila, Sandy Tumiwa, SH, menyampaikan bahwa momen tersebut mencerminkan keberpihakan negara terhadap nilai kemanusiaan dan keberlanjutan bangsa.
“Ketika seorang Presiden memilih merayakan momentum penting bersama anak-anak, hal itu merupakan pesan kebangsaan yang jelas bahwa negara hadir untuk masa depan. Ini mencerminkan pengamalan nilai Pancasila yang membumi dan nyata,” kata Sandy.
Pembina Setya Kita Pancasila, Sultan Sepuh Cirebon KGSS Png Heru Rusyamsi, SPSI, MH, menilai kepemimpinan Presiden Prabowo sejalan dengan nilai-nilai luhur Pancasila serta kearifan Nusantara yang menjunjung tinggi persatuan dan keadilan sosial.
“Atas dasar tersebut, Sultan Sepuh Cirebon bersama Lembaga Dewan Adat Nasional Republik Indonesia berencana memberikan Anugerah Bapak Pancasila Garuda Sakti Nusantara kepada Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Ketua Umum Setya Kita Pancasila, Andreas Sumual, menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh niatan luhur Sultan Sepuh Cirebon bersama Lembaga Dewan Adat Nasional Republik Indonesia tersebut. Menurutnya, anugerah itu merupakan bentuk apresiasi moral dan kebangsaan atas kepemimpinan yang dinilai konsisten mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan dan keteladanan.
“SKP memandang pemberian anugerah tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap kepemimpinan nasional yang menempatkan persatuan, keadilan sosial, dan masa depan generasi muda sebagai fondasi utama pembangunan bangsa,” tegas Andreas.
Setya Kita Pancasila menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan dan langkah strategis pemerintah yang berorientasi pada penguatan karakter generasi muda, pendidikan kebangsaan, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
SKP juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momentum kebersamaan Presiden dengan anak-anak Aceh sebagai penguat persatuan nasional dan optimisme bersama dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan berkepribadian.

