Tiga Jembatan Gantung di Wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah Dipeusijuk

Aceh Tengah – 1fakta.com

Tiga jembatan gantung yang berada di wilayah teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah resmi dilakukan prosesi peusijuk (tepung tawar) sebagai bentuk rasa syukur serta doa keselamatan bagi masyarakat yang akan memanfaatkannya. Sabtu (07/03/26)

Ketiga jembatan tersebut yakni Jembatan Gantung Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Jembatan Gantung Burlah Kecamatan Ketol dan Jembatan Gantung Kala Ili Kecamatan Linge. Prosesi peusijuk berlangsung khidmat dengan melibatkan unsur masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta aparat TNI.

Dilain tempat Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Raden Herman Sasmita dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan peusijuk merupakan tradisi masyarakat Aceh. Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memohon keselamatan agar jembatan yang dibangun dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Dengan dilaksanakannya peusijuk ini, kita berharap ketiga jembatan gantung ini dapat digunakan dengan aman dan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam beraktivitas, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun sosial,” ujarnya.

Salah seorang warga, Handoko, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat dan TNI atas pembangunan jembatan gantung tersebut. Menurutnya, fasilitas ini sangat membantu masyarakat, terutama saat menghadapi putusnya jembatan penghubung antar desa akibat bencana, Alhamdulillah sekarang kami sudah bisa beraktivitas melintasi jembatan gantung ini ” Katanya”.

Prosesi peusijuk berlangsung dengan pembacaan doa dan penaburan beras padi serta tepung tawar sebagai simbol harapan akan keselamatan dan keberkahan. Setelah prosesi selesai, masyarakat bersama aparat yang hadir turut meninjau langsung kondisi jembatan gantung tersebut.

Dengan dipeusijuknya ketiga jembatan ini, masyarakat berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan menjadi sarana penting dalam menunjang aktivitas kehidupan sehari-hari warga di wilayah Aceh Tengah