Sigli – 1fakta.com
Sejak 25 tahun penantian panjang, baru kali ini masyarakat Kabupaten Pidie merasakan jalan yang sangat mulus berkat perjuangan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) di tingkat pusat.
HRD yang juga ketua DPW PKB Aceh ini, meninjau langsung program Inpres Jalan Daerah (IJD) ruas jalan Sigli-Garot, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat (6/3/2026).
Pininjauan ruas jalan Sigli-Garot yang merupakan hasil perjuangan HRD di Senayan Jakarta tahun 2025, dalam rangka menyahuti permintaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie sekaligus kunjungan kerja reses HRD di Provinsi Aceh.
Turut hadir para pejabat terkait dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI dan Pemkab Pidie, Anggota DPRK Pidie Fraksi PKB serta beberapa tokoh masyarakat setempat.
Pinjauan jalan Sigli-Garot dimulai dari Desa Barat dan Desa Ulee Tutue Keulibet. Dimana sebelumnya ruas jalan tersebut sangat rusak parah.
Menurut warga setempat, sejak 25 tahun penantian, baru kali ini mereka merasakan jalan yang sangat mulus berkat lobi HRD yang juga ketua DPW PKB Aceh di tingkat pusat.
Sebelumnya kata mereka, kerusakan ruas jalan Sigli-Garot sudah lama terjadi dan belum pernah mendapat perhatian pemerintah provinsi maupun kabupaten.
“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada pak HRD yang telah melobi pemerintah pusat dalam memperjuangan berbagai infrastruktur di Kabupaten Pidie, salah satunya jalan Sigli-Garot,” ucap Zulfadli, Anggota DPRK Pidie dari Fraksi PKB.
Hal senada juga dikatakan Roni, Keuchik Gampong Aree Kecamatan Delima, Pidie. “Kami masyarakat Pidie sangat berterima kasih kepada pak HRD, meskipun bapak dipilih oleh masyarakat dari daerah pemilihan Aceh 2, tapi kepedulian HRD kepada masyarakat Aceh khususnya Pidie sangat luar biasa, kami masih berharap pak HRD terus memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat Aceh umumnya dan khususnya untuk Kabupaten Pidie,” pinta Keuchik Roni.
Sementara itu H Ruslan Daud kepada wartawan mengatakan, pembangunan ruas jalan IJD Sigli-Garot dapat terwujud berkat kerjasama dan komunikasi yang baik antara dirinya dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Karena anggaran daerah sangat terbatas, Pak Bupati Pidie bang Sarjani Abdullah yang juga sahabat dekat serta satu perjuangan dengan saya, selalu memohon kepada kami untuk memperjuangkan dana APBN guna membangun jalan Sigli-Garot, jalan-jalan lain dan sejumlah infrastruktur lainnya. Alhamdulillah sekarang sudah terwujud dan masyarakat Pidie sudah bisa menikmatinya,” kata HRD.
Selain itu, sebut HRD, salah seorang tokoh masyarakat Pidie, yaitu bang Zainal Arifin M Nur yang juga Pimpinan Redaksi Harian Serambi Indonesia, langsung datang Senayan Jakarta menemui dirinya serta memohon agar ruas jalan Sigli-Garot bisa menjadi prioritas, dan Alhamdulillah HRD menyahutinya dengan baik, sehingga harapan masyarakat Pidie kini sudah terwujud.
Selain meninjau ruas jalan Sigli-Garot, HRD dan rombongan juga meninjau langsung berapa titik abrasi sungai Krueng Baro di Desa Raya Sanggeu, Keulibeut dan beberapa titik lain yang sangat parah kerusakan tebing sungainya, sehingga mengancam keselamatan warga serta rumah penduduk dan ruas jalan antar desa serta antar kecamatan.
Penanganan erosi tebing sungai yang rusak akibat banjir dan longsor, juga menjadi prioritas HRD untuk diperjuangkan di tingkat pusat Jakarta lewat APBN pada masa rehab-rekon.
Sebelumnya pada tahun 2023 lalu, lewat perjuangan HRD di Senayan, pemerintah pusat melalui Kementerian PU juga telah merealisasikan pembangunan tanggul tebing sungai di Desa Pulo Pisang Kecamatan Pidie, yang rusak parah diterjang banjir bandang.
Selain itu, dalam kunjungan reses ini, HRD juga meninjau ruas jalan Masjid Beu’ah-Bukit Kurma Kecamatan Delima. Kemudian meninjau raus jalan Gogo Kecamatan Padang Tijie yang menghubungkan Kecamatan Batee, Pidie.
HRD juga meninjau sejumlah ruas jalan lainnya di Kabupaten Pidie yang akan diprioritaskan untuk program IJD Tahun 2026 dan 2027, diantaranya jalan Cot Tunong-Blang Mane Kecamatan Simpang Tiga serta beberapa jalan di Kecamatan Mutiara.
Namun pada kesempatan ini, HRD belum sempat meninjaunya dikarenakan waktu yang belum memungkin serta belum ketersediaan DED. “Kita berharap agar Pemkab Pidie bisa mengupayakan segera melengkapi DEDnya,” pinta HRD. (mus lb*)

