PELALAWAN – RIAU – 1Fakta. Com
Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan terus dilakukan. Pada Minggu, 27 Juli 2025, tim gabungan kembali melaksanakan pendinginan hari ketiga di lokasi bekas Karhutla di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti. Lokasi tersebut sebelumnya terpantau sebagai titik panas (hotspot) melalui Aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK).
Lahan yang terbakar merupakan lahan gambut seluas kurang lebih 3 hektare, terdiri dari kebun sawit milik masyarakat dan lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar. Pemadaman dan pendinginan dilakukan secara intensif guna mencegah munculnya api kembali.
Sebanyak 39 personel dikerahkan dalam operasi ini, yang terdiri dari personel Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, serta tim pemadam dari perusahaan swasta seperti PT Arara Abadi dan PT THIP. Mereka didukung dengan sejumlah peralatan seperti speed boat, 5 unit mesin ministriker, 65 roll selang pemadam, serta GPS untuk navigasi di lapangan.
“Saat ini api telah berhasil dipadamkan. Namun masih ditemukan kepulan asap pada dahan-dahan kering. Proses pendinginan tetap berlanjut,” ujar Kapolsek Teluk Meranti Ipda Bobby Even, S.H., M.H.
Tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala, termasuk jarak tempuh sekitar 40 kilometer dari Polsek Teluk Meranti ke lokasi Karhutla yang harus dilalui dengan melewati semak belukar, serta angin kencang yang memperbesar risiko penyebaran api.
“Kami juga telah melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kebakaran,” tambah Kapolsek.

