Pangaribuan – 1fakta.com
Kelangkaan solar subsidi yang kerap dikeluhkan masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara semakin menemukan titik terang. Investigasi 1Fakta.com mengungkap dugaan kuat keterlibatan pengusaha kayu bulat berinisial AS, yang dituding menguasai jaringan penampungan solar subsidi dari berbagai SPBU di Taput.
Pantauan langsung di Tempat Penimbunan Kayu (TPN) milik AS di Jalan Lintas Sumatera Pangaribuan–Simpang Parsorminan, terlihat lima balteng besar berisi penuh solar. Di lokasi yang sama juga ditemukan tumpukan kayu pinus siap muat untuk dikirim.
Seorang pekerja bermarga Manalu mengungkapkan bahwa solar tersebut dipakai untuk mendukung operasi alat berat.
“Di sini ada tiga unit excavator. Dua di lokasi penebangan, satu lagi untuk angkut kayu ke canter. Bos AS sendiri sudah jarang ke Pangaribuan, sekarang tinggal di Silangkitang, Sipoholon,” katanya.
Meski sempat beralasan solar berasal dari Medan sebagai minyak industri, informasi dari sejumlah pengusaha kayu kecil justru menyebut lain. Mereka menegaskan bahwa AS memiliki jaringan kaki tangan di berbagai kecamatan yang menampung solar subsidi langsung dari SPBU. Salah satu nama yang disebut adalah D. Siregar, warga Kecamatan Garoga, yang dituding sebagai pemasok. Namun saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, D. Siregar menolak memberi jawaban dan malah memblokir kontak wartawan.
“Jika benar solar subsidi dipakai untuk operasional alat berat, keuntungan yang didapat sangat besar,” ujar salah seorang pengusaha kayu kecil di Taput. “Harga solar subsidi Rp6.800 per liter, sementara solar industri bisa tembus Rp18.000. Selisih lebih dari Rp11 ribu per liter itulah yang membuat pengusaha besar tergiur.”
Hingga berita ini diterbitkan, Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi oleh pengusaha kayu AS. Padahal, praktik semacam ini jelas berpotensi melanggar Pasal 55 UU Migas Nomor 22 Tahun 2001 dengan ancaman pidana penjara enam tahun dan denda hingga Rp60 miliar.
Reporter: Mukhtar S
Editor: Redaksi 1Fakta.com

