Tapanuli Utara – 1fakta.com
Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dinilai berada pada kawasan rawan bencana yang membutuhkan langkah mitigasi terpadu dan berkelanjutan. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Merawat Bumi, Menguatkan Solidaritas yang digelar pada Minggu (11/1/2025).
Kegiatan ini dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, serta Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Kehutanan Rokhmat Marzuki, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Rombongan disambut Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat di Bandara Raja Sisingamangaraja XII Silangit, Kecamatan Siborongborong.
Sebagai bentuk komitmen awal terhadap penguatan mitigasi bencana berbasis lingkungan, rombongan melakukan penanaman pohon di Kompleks Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit. Kegiatan diawali doa bersama dan dilanjutkan penanaman pohon secara simbolis oleh pejabat pusat dan daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Hashim Djojohadikusumo menyerahkan bibit pohon aren kepada perwakilan lima kepala desa di Taput yang terdampak bencana alam, sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam sesi utama di Gedung Raja Pontas Lumban Tobing, Pearaja, Tarutung, Hashim menegaskan bahwa bencana alam merupakan konsekuensi perubahan iklim yang harus dihadapi dengan kesiapsiagaan dan perencanaan lintas sektor.
“Bencana akan terus terjadi. Yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri agar dampaknya dapat diminimalkan. Pengalaman Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat harus menjadi pembelajaran bagi seluruh daerah,” ujar Hashim.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara sektor lingkungan hidup, kehutanan, dan pertanian, termasuk kesiapan logistik pangan sebagai bagian dari sistem mitigasi bencana terpadu.
“Antisipasi bencana berikutnya harus disertai penguatan sistem penanggulangan bencana dan ketahanan pangan nasional. Ini menyangkut ketahanan bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyebut Sumatera Utara sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi, yang dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada sedikitnya 18 kabupaten/kota.
“Bencana tidak hanya disebabkan curah hujan tinggi, tetapi juga oleh perilaku manusia terhadap alam. Karena itu, menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Bobby.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota dalam menjalankan kebijakan pelestarian lingkungan dan penguatan mitigasi bencana.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan paparan kebijakan para wakil menteri, dialog bersama kepala daerah terdampak bencana, serta penyerahan bantuan kemanusiaan dari NTV kepada korban bencana alam.
Dalam kesempatan tersebut, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan menyerahkan Ulos Harungguan kepada Hashim Djojohadikusumo sebagai simbol doa dan persaudaraan.
HKBP juga menyatakan kesiapan mendukung program reboisasi dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari panggilan iman.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat mitigasi bencana terpadu serta menjaga kelestarian alam di wilayah rawan bencana.
(1F/L.Tamp)

