Bireuen – 1fakta.com
Satu Keluarga Eks Kombatan GAM hidupnya sangat miris setelah rumah dan tempat usahanya hancur di hantam gelondongan kayu gunung pasca banjir tiga bulan yang lalu . Hal itu di alami oleh M.Amin (44 tahun ) Warga Desa Kapa Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen, Aceh. Kamis 26 Februari 2026.
M.Amin mengatakan dia sangat heran kepada kebijakan baik dari pemerintah gampong ,kecamatan maupun kabupaten yang kini saling menuding seolah olah pemerintah pusat yang salah dalam.verifikasi data korban banjir , sementara yang kita lihat di lapangan Keuchik Camat dan Bupati dari awalnya sudah menolak Huntara, sedangkan kami yang korban banjir rumah kami hancur di hantam gelondongan kayu bahkan kami terpaksa tinggal di bawah tenda sudah dua tahap Dana Tunggu Hunian ( DTH ) saya tidak menerimanya , saya melihat kalau ada keuchik bersuara di media tentang huntara besoknya keuchik tersebut sudah ada video klarifikasi di kantor camat bahwa menolak huntara, ini jelas sekali hak kami korban banjir di permainkan
M.Amin menambahkan padahal sewaktu Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE yang disapa Dek Fadh bertatap muka langsung ingin mendengar keluhan keuchik mengenai warga nya terimbas banjir yang saat itu di balai desa Kecamatan Peusangan, seolah olah keuchik semua sudah di setting untuk menolak Huntara pada waktu itu saya hadir di acara tersebut.
Padahal saya sangat ingin menyampaikan kepada wakil gubernur aceh saya sangat membutuhkan Huntara apalagi keluarga saya ramai . Lihatlah sampai sekarang nasib kami berdesakan di bawah tenda , bila siang hari terasa panas dan bila tiba hujan kami kebasahan di tambah lagi saya tidak mendapatkan hak DTH sudah dua tahap di cairkan, selaku warga korban banjir sementara rumah dan tempat usaha saya hancur.
Memang Presiden RI sering mengutuskan perwakilannya Menteri ke Kabupaten Bireuen , namun kenapa tidak langsung di arahkan turun ke Desa Kapa ? Supaya saya bisa langsung mengungkapkan keadaan kami yang sebenar nya , yang di tanya seharusnya warga korban banjir yang rumah nya hancur karena gelondongan kayu gunung.
Selaku Eks Kombatan GAM saya sangat memohon kepada H.Muzakir Manaf yang disapa Mualem selaku Gubernur Aceh untuk turun langsung ke desa Kapa , agar saya bisa mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi terhadap kami selaku korban bencana banjir ,
Saya memohon kepada pemerintah pusat agar segera membangun Huntara, karena sampai detik ini kami warga korban banjir sangat membutuhkan Huntara apalagi saat ini kami menjalani bulan puasa dengan keadaan yang memprihatinkan di bawah tenda kalau kami menunggu Huntap pasti lama di bangunnya. ucapnya.
Badriah Istri M.Amin mengatakan kami punya anak 6 ada yang masih bayi dengan kondisi kami di bawah tenda di pinggir jalan seperti ini sangat memprihatinkan di tambah lagi tidak mendapatkan DTH begitu juga tempat usaha suami saya hancur lebur untuk mencari nafkah saja kami sangat sulit, tuturnya
Hal senada di sampaikan oleh seorang janda yang bernama Jamilah ( 60 ) warga setempat mengatakan kondisi kami di tenda saat ini sangat memprihatinkan
Sambil berurai air mata memohon kepada pemerintah pusat untuk segera membangun Huntara agar kami tidak tidur di tenda
Kalau menunggu Huntap belum tahu kejelasan nya kapan di bangun, sebutnya
Kades Kapa Evendi mengatakan dia selaku pemimpin desa tetap memihak kepada warganya, dan sekarang ini dia sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah karena kami selaku pemerintah gampong kewajiban kami mendata warga korban banjir sudah di lakukan , keputusan semua nya ada sama pemerintah baik tingkat kabupaten ,provinsi dan pusat, pungkasnya.(Abd-72)

