Siborongborong – 1fakta.com
Informasi yang sempat beredar sejak 12 Januari 2026 terkait dugaan hubungan tidak pantas antara seorang oknum guru dan siswi di salah satu sekolah tingkat SLTA akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari tim Cabang Dinas Pendidikan (Cabdis) Wilayah IX.
Isu yang sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara tersebut dibantah oleh pihak yang disebut dalam pemberitaan. Oknum guru berinisial RBR bersama siswi yang bersangkutan menegaskan bahwa tudingan perbuatan cabul tidak pernah terjadi.
Klarifikasi dan Pemeriksaan
Cabdis Wilayah IX menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan serta wawancara secara terpisah terhadap guru dan siswi yang dimaksud. Dari hasil klarifikasi tersebut, disampaikan sejumlah poin penting.
Guru RBR membantah tudingan adanya tindakan tidak senonoh yang disebut terjadi di salah satu kamar mandi pemandian air panas di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa kedatangannya ke lokasi hanya untuk singgah minum kopi. Pertemuan dengan siswi disebut terjadi secara kebetulan, dan komunikasi yang berlangsung hanya sebatas tegur sapa sebagaimana relasi guru dan siswa.
Tim Cabdis juga menyampaikan bahwa tidak ada janji atau perencanaan sebelumnya antara guru dan siswi. Siswi mengaku pemilik warung di lokasi merupakan namboru (saudara perempuan ayah) kandungnya, sehingga dinilai kecil kemungkinan terjadi perbuatan tidak pantas di lingkungan keluarga sendiri.
Selain itu, tuduhan bahwa guru dan siswi masuk ke kamar mandi secara bersamaan turut dibantah. Keduanya menegaskan tidak pernah berada di kamar mandi bersama ataupun melakukan tindakan yang melanggar norma.
Kondisi Psikologis dan Pendekatan Klarifikasi
Selama proses wawancara, tim Cabdis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda tekanan psikologis pada siswi. Ia dinilai tenang, terbuka, dan konsisten dalam menjelaskan kejadian.
Demi menjaga kondisi psikologis siswi, proses klarifikasi dilakukan secara hati-hati dan tidak dituangkan dalam bentuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Cabdis Wilayah IX pada Kamis (25/2/2026) memberikan jawaban klarifikasi kepada media sekaligus mengapresiasi kepedulian masyarakat dan media terhadap dunia pendidikan.
Namun demikian, masyarakat diimbau agar setiap informasi yang beredar disikapi secara bijak dan berdasarkan fakta yang telah diverifikasi, guna menghindari kesimpangsiuran yang dapat merugikan pihak-pihak terkait.
Klarifikasi tersebut juga telah ditembuskan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX sebagai laporan resmi atas penanganan isu dimaksud.
Secara terpisah, RBR saat dihubungi media terkait informasi yang sempat beredar menyampaikan harapannya agar situasi dapat kembali kondusif.
“Saya sangat menghormati proses klarifikasi yang telah dilakukan oleh para pimpinan saya dan berharap masyarakat bijak menyikapi informasi yang beredar, termasuk di media sosial. Saat ini saya ingin fokus menjaga ketenangan bersama keluarga, semoga situasi segera kembali harmonis,” ujar RBR.
(1F/L.Tamp)

