Tarutung – 1fakta.com
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tarutung pada Sabtu (18/4/2026) menyebabkan Sungai Aek Haidupan meluap dan merendam permukiman warga di Desa Hutauruk Siwalompu dan Desa Siraja Oloan.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa persoalan banjir di kawasan tersebut belum sepenuhnya tertangani dan menjadi ujian serius bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam menuntaskan program normalisasi sungai.
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, turun langsung ke lokasi terdampak didampingi instansi teknis dan Camat Tarutung untuk meninjau kondisi warga serta memastikan langkah penanganan berjalan cepat.
Dalam keterangannya, Wakil Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mempercepat upaya penanganan agar aktivitas warga dapat segera kembali normal.
“Pemerintah akan terus mendampingi masyarakat dan berupaya maksimal agar dampak banjir ini bisa segera diatasi,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan instansi teknis, pemerintah kecamatan, dan desa agar tetap siaga, aktif memantau perkembangan debit air, serta membantu warga yang terdampak.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) serta Perhubungan, Dalan Simanjuntak, menjelaskan bahwa normalisasi Sungai Aek Haidupan telah masuk dalam R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana) yang disusun bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera II.
“Normalisasi awal sudah dilakukan pada bulan Maret sebelum Lebaran. Namun penanganan ini memang harus dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian penanganan tanggul sungai akan dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir yang lebih komprehensif.
Ke depan, Pemkab Tapanuli Utara akan terus berkoordinasi dengan BWSS II dan pihak terkait lainnya guna memastikan penanganan Sungai Aek Haidupan dapat mengurangi risiko banjir berulang.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor kepada pihak berwenang apabila terjadi peningkatan debit air, guna mengantisipasi dampak yang lebih besar.
(11F/Mukhtar.S)

