Dugaan Pemotongan Gaji Pekerja SPPG di Makmur Kembali Mencuat, Kepala Dapur Bantah Keras Tuduhan

BIREUEN – 1fakta.com

Polemik dugaan pemotongan gaji pekerja pada SPPG di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, Aceh, kembali mencuat setelah sejumlah pekerja menyampaikan pengakuan kepada media terkait adanya permintaan pengembalian sebagian dana yang telah masuk ke rekening mereka.

Salah seorang pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada media ini, Kamis (21/5/2026), mengaku dirinya sempat menerima transfer gaji ke rekening pribadi. Namun, setelah dana diterima, ia mengaku diarahkan untuk mengirim kembali sebagian uang tersebut.

Menurut keterangannya, setelah gaji masuk ke rekening, pada sore harinya ia diminta mentransfer uang sebesar Rp1 juta ke rekening yang disampaikan melalui rekannya.

> “Saya lihat uang sudah masuk ke rekening saya. Sorenya diminta dikirim ke rekening yang disampaikan melalui teman. Uang Rp1 juta itu saya transfer, tapi saya tidak tahu uang itu dibawa ke mana,” ujar sumber tersebut.

Sumber itu juga menyebut bahwa permintaan tersebut menurut pemahamannya berasal dari seseorang berinisial A. Ia mengaku mengikuti arahan tersebut tanpa memperoleh penjelasan mengenai dasar maupun tujuan pengembalian dana.

Lebih lanjut, pekerja tersebut menyatakan memperoleh informasi bahwa beberapa pekerja lain yang sebelumnya juga diminta mentransfer uang telah menerima pengembalian dana. Namun hingga saat ini, menurut pengakuannya, uang yang ia transfer belum dikembalikan.

Tidak hanya itu, sumber tersebut mengaku mendengar akan adanya pertemuan yang direncanakan berlangsung pada Sabtu mendatang dan disebut akan dihadiri aparat kepolisian setempat. Dalam pertemuan itu, menurut pengakuannya, ia diminta untuk tidak mengakui pernah melakukan transfer uang kepada pihak yang disebut sebelumnya.

> “Saya mendapat informasi akan ada pertemuan dan saya diminta tidak mengakui pernah mengirim uang itu,” katanya.

Sumber tersebut juga menyebut masih ada sejumlah pekerja lain yang mengalami hal serupa, tetapi memilih tidak menyampaikan keberatan secara terbuka.

> “Menurut informasi yang saya dengar, yang dikembalikan adalah orang-orang yang tidak bisa dia atur,” klaim sumber tersebut.

Sementara itu, sumber lain yang dikonfirmasi media ini menyampaikan keterangan serupa. Ia mengaku juga pernah diminta menyerahkan sejumlah uang setelah menerima gaji dan hingga saat ini belum menerima pengembalian.

**Hak Jawab**

Pihak media 1Fakta.com pada Kamis (21/05) kemudian memperoleh konfirmasi dari pihak kepala dapur berinisial “A” terkait dugaan tersebut. Kepada media, yang bersangkutan membantah seluruh tuduhan dan menegaskan tidak pernah melakukan pemotongan ataupun meminta pengembalian gaji pekerja.

> “Itu tidak benar, itu fitnah lagi terhadap saya, jangan percaya itu. Saya berani bersumpah tidak saya lakukan itu. Kalau dia berani, hadapkan kepada saya, biar saya yang tanyakan,” ujar A.

Dalam bahasa daerah yang disampaikan kepada media, A mengatakan:

> *“Hana beutoi nyan, nyan difitnah lom keu lon, bek neupateh nyan, dan lon beurani meusumpah hana lon pubut nyan. Menyoe jih beuhee neuciyu menghadap lon, jak lon tanyeng.”*

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai hak jawab atas keterangan para pekerja yang sebelumnya menyebut adanya permintaan pengiriman kembali sebagian gaji yang telah diterima.

Apabila benar terdapat pemotongan atau permintaan pengembalian gaji tanpa dasar yang jelas, persoalan tersebut dapat menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi pengelolaan hak pekerja dan mekanisme pertanggungjawaban internal. Namun seluruh keterangan yang dimuat dalam pemberitaan ini masih berupa pengakuan para pihak dan memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan fakta yang sebenarnya.

**(Abd-72)**

Jangan copy berita ini!