Berita  

Dari Siborongborong, Alpukat Tapanuli tembus pasar Nasional Harapkan Go Internasional

Siborongborong – 1fakta.com

Potensi pertanian dari kawasan pegunungan Tapanuli Raya terus menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Salah satu komoditas yang kini menarik perhatian pasar nasional adalah alpukat khas pegunungan Tapanuli yang dikenal memiliki tekstur lembut, rasa gurih, serta kualitas buah yang unggul.

Di tengah berkembangnya potensi tersebut, sejumlah pelaku UMKM lokal di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, mengambil peran dalam memperluas pemasaran hasil pertanian masyarakat. Salah satunya melalui usaha “Gibran Pokat Express” milik Jepri Hutasoit yang bergerak di bidang distribusi alpukat dari kawasan pegunungan sekitar Danau Toba.

Melalui usaha tersebut, alpukat hasil panen petani lokal telah menembus pasar nasional dan dikirim ke berbagai daerah di luar Pulau Sumatera. Untuk menjaga kualitas dan kesegaran buah selama perjalanan, proses distribusi dilakukan menggunakan armada pendingin Thermo King sehingga kondisi alpukat tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Selain jenis alpukat lokal pada umumnya, para petani di kawasan Tapanuli Raya juga membudidayakan beberapa varietas unggulan seperti alpukat mentega dan alpukat jumbo yang memiliki ukuran lebih besar dengan daging buah yang tebal. Bahkan, sejumlah petani mengaku menemukan pohon alpukat lokal yang mampu menghasilkan buah dengan berat lebih dari satu kilogram per buah.

Perkembangan usaha alpukat tersebut juga dinilai memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar karena turut membuka peluang pekerjaan baru, khususnya bagi para pemetik buah, pekerja sortir, hingga tenaga distribusi. Saat musim panen tiba, kebutuhan tenaga kerja meningkat seiring tingginya permintaan pasar terhadap alpukat asal Tapanuli.

Jepri Hutasoit mengatakan, saat berbincang-bincang dengan awak media di kediamannya pada kamis 28/05/2026, tingginya minat pasar terhadap alpukat asal Tapanuli menjadi motivasi tersendiri bagi para pelaku usaha dan petani untuk terus meningkatkan kualitas hasil pertanian mereka.

“Kami berharap alpukat dari Tapanuli tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu go internasional sebagai salah satu komoditas unggulan daerah,” ujarnya.

Para petani alpukat di kawasan Siborongborong juga menyampaikan rasa syukur karena hasil panen mereka kini memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. Kehadiran UMKM lokal dinilai membantu membuka akses pemasaran yang sebelumnya cukup terbatas.

“Kami bersyukur hasil pertanian dari kampung kami dikenal luas. Harapan kami tentu pemasaran semakin berkembang dan kesejahteraan petani juga ikut meningkat,” ungkap salah seorang petani alpukat dari kawasan Tapanuli Raya.

Sementara itu, sejumlah pemerhati ekonomi kerakyatan berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap pengembangan UMKM berbasis pertanian lokal. Dukungan berupa pembinaan usaha, akses permodalan, penguatan distribusi, hingga promosi produk unggulan dinilai sangat penting agar komoditas alpukat dari pegunungan Tapanuli mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dengan kolaborasi antara petani, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah, alpukat dari kawasan pegunungan Tapanuli Raya diyakini memiliki peluang besar menjadi salah satu komoditas unggulan Sumatera Utara yang mampu membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

(1F/Pantas.H)

Jangan copy berita ini!