Dari Refleksi Menuju Perubahan, Warga Binaan Lapas Tabanan Ikuti Capacity Building

Dari Refleksi Menuju Perubahan, Warga Binaan Lapas Tabanan Ikuti Capacity Building

Tabanan, 1Fakta com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan bekerja sama dengan Yayasan Bangsa-Bangsa Sejahtera (YBBS) menggelar kegiatan capacity building sebagai upaya memperkuat pembentukan karakter, pola pikir, serta pengembangan potensi diri Warga Binaan, Jumat (29/05). Kegiatan ini dirancang untuk membantu Warga Binaan mengenali kemampuan yang dimiliki sekaligus membangun kesiapan mental dalam menjalani proses perubahan diri.

Melalui pendekatan pembinaan yang bersifat reflektif dan partisipatif, para peserta diajak memahami cara memandang pengalaman hidup, mengelola emosi, serta menumbuhkan keyakinan bahwa setiap individu memiliki peluang untuk memperbaiki masa depan.

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan harus mampu mendorong Warga Binaan melihat dirinya sebagai individu yang masih memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan berkembang.

“Pembinaan bukan sekadar memberikan aktivitas selama menjalani pidana, tetapi bagaimana membantu seseorang membangun kembali kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Saat Warga Binaan mampu mengenali potensi dan memiliki arah hidup yang lebih jelas, maka peluang untuk bangkit dan tidak mengulangi kesalahan akan semakin besar,” ujar Prawira.

Sementara itu, instruktur dari YBBS, Cris, mengajak seluruh peserta untuk tidak terus terjebak pada penyesalan. “Masa lalu tidak bisa diubah, tetapi cara kita memaknai dan meresponsnya dapat menentukan masa depan. Gunakan waktu yang ada untuk mengevaluasi diri, membangun pola pikir yang sehat, dan menyiapkan versi terbaik dari diri sendiri,” ungkap Cris.

Salah satu Warga Binaan, David, mengaku memperoleh sudut pandang baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, capacity building membantunya memahami kondisi yang tengah dijalani dengan cara yang lebih tenang dan dewasa. “Saya mulai belajar menerima kenyataan dengan lebih baik dan memahami bahwa saya tetap punya kesempatan untuk memperbaiki hidup,” tuturnya.

Kegiatan capacity building menjadi pengingat bahwa proses pembinaan tidak hanya berbicara tentang aturan dan keterampilan, tetapi juga tentang membangun kesadaran, daya tahan mental, dan keberanian untuk berubah.

(CynTha)

Jangan copy berita ini!