Berita  

PERWAL: Menjadi Mitra Kritis Pemerintah dan Menjaga Marwah Pers

Wawancara Eksklusif 1fakta.com bersama Ketua Persatuan Wartawan Kota Langsa (PERWAL), Chaidir Toweren, menjelang Hari Ulang Tahun ke-3 PERWAL pada 1 Agustus 2026

Langsa – 1fakta.com

Persatuan Wartawan Kota Langsa (PERWAL) akan memasuki usia yang ke-3 pada 1 Agustus 2026. Sebagai organisasi profesi yang mewadahi insan pers di Kota Langsa, PERWAL terus berupaya memperkuat perannya dalam membangun jurnalisme yang profesional, independen, dan bertanggung jawab.

Menjelang momentum tersebut, 1Fakta.com melakukan wawancara eksklusif dengan Ketua PERWAL, Chaidir Toweren, mengenai perjalanan organisasi, tantangan dunia pers, hubungan dengan pemerintah, serta harapan untuk masa depan organisasi.

Berikut petikan wawancara lengkapnya.

Pertanyaan:

Bagaimana Anda memaknai usia tiga tahun PERWAL yang akan diperingati pada 1 Agustus 2026?

Chaidir Toweren:

Tiga tahun memang bukan usia yang terlalu tua bagi sebuah organisasi, tetapi cukup untuk menjadi momentum refleksi. Kami bersyukur PERWAL mampu bertahan, berkembang, dan menunjukkan eksistensinya di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini. Usia tiga tahun menjadi fase penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun langkah yang lebih matang ke depan.

Pertanyaan:

Apa pencapaian terbesar PERWAL selama tiga tahun terakhir?

Chaidir Toweren:

Pencapaian terbesar kami adalah mampu menjaga kekompakan anggota serta menghadirkan organisasi yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial, edukasi, dan advokasi terhadap profesi wartawan. PERWAL juga berhasil membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga vertikal, dan elemen masyarakat.

Pertanyaan:

Apa tema besar refleksi yang ingin diangkat pada ulang tahun ketiga PERWAL?

Chaidir Toweren:

Tema besarnya adalah kedewasaan organisasi. Kami ingin menjadikan usia tiga tahun ini sebagai titik tolak untuk memperkuat profesionalisme, integritas, dan independensi wartawan. Organisasi pers harus menjadi rumah bersama yang mampu melindungi anggotanya sekaligus menjaga marwah profesi jurnalistik.

Pertanyaan:

Bagaimana posisi PERWAL terhadap Pemerintah Kota Langsa?

Chaidir Toweren:

PERWAL berkomitmen menjadi mitra Pemerintah Kota Langsa dalam mendukung pembangunan daerah. Pers dan pemerintah sejatinya memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Namun kemitraan itu tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol sosial pers.

Pertanyaan:

Apa yang dimaksud dengan kemitraan kritis tersebut?

Chaidir Toweren:

Kami siap mendukung program-program pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Namun kami juga tidak akan mengaminkan apabila terdapat kebijakan yang tidak pro-rakyat, tidak transparan, atau menyimpang dari aturan yang berlaku. Pers harus tetap menjadi mata dan telinga masyarakat.

Pertanyaan:

Apakah sikap kritis tersebut tidak akan mengganggu hubungan dengan pemerintah?

Chaidir Toweren:

Tidak. Kritik yang disampaikan secara profesional justru merupakan bentuk kepedulian. Pemerintah yang baik tidak anti kritik. Kritik yang konstruktif dapat menjadi bahan evaluasi agar kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pertanyaan:

Bagaimana Anda melihat kondisi pers lokal saat ini?

Chaidir Toweren:

Pers lokal menghadapi tantangan yang cukup berat. Persaingan media digital semakin ketat, sementara kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan. Selain itu, perkembangan teknologi informasi menuntut wartawan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Pertanyaan:

Apa tantangan terbesar wartawan di era digital?

Chaidir Toweren:

Kecepatan informasi sering kali mengalahkan akurasi. Banyak pihak berlomba menjadi yang pertama menyampaikan berita tanpa melakukan verifikasi yang memadai. Padahal kredibilitas media dibangun dari kebenaran informasi, bukan sekadar kecepatan.

Pertanyaan:

Bagaimana PERWAL menyikapi maraknya berita hoaks?

Chaidir Toweren:

PERWAL selalu mengingatkan anggota untuk menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Wartawan harus menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks dengan menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pertanyaan:

Apa harapan PERWAL terhadap anggotanya?

Chaidir Toweren:

Saya berharap seluruh anggota terus meningkatkan kapasitas diri, memahami kode etik, serta menjaga integritas profesi. Wartawan bukan sekadar pencari berita, tetapi juga penjaga demokrasi.

Pertanyaan:

Bagaimana hubungan PERWAL dengan organisasi pers lainnya?

Chaidir Toweren:

Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Dunia pers membutuhkan persatuan, bukan perpecahan. Perbedaan organisasi tidak boleh menjadi penghalang untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan profesi wartawan.

Pertanyaan:

Apa pandangan Anda mengenai pentingnya kompetensi wartawan?

Chaidir Toweren:

Kompetensi adalah kebutuhan mutlak. Wartawan harus memiliki kemampuan jurnalistik yang memadai agar produk berita yang dihasilkan berkualitas. Karena itu, peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pendidikan menjadi agenda penting organisasi.

Pertanyaan:

Bagaimana PERWAL memandang peran strat(mak.ita)

Jangan copy berita ini!