KAMPAR – RIAU – 1Fakta. Com
Sebagai bentuk komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Pangkalan Baru Polsek Siak Hulu, Aiptu Ady Suryono, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil di lahan KOPPSA-M (Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur), Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Minggu 21/6/26
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung Program Asta Cita Pemerintah melalui pendampingan kepada masyarakat dan kelompok tani guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian serta mewujudkan swasembada pangan nasional.
Lahan jagung seluas 10 hektare yang ditanam pada 9 Mei 2026 tersebut saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Tanaman tumbuh dalam kondisi sehat dan lahan terpantau aman dari genangan air. Berdasarkan perkiraan, masa panen akan berlangsung pada pertengahan Agustus 2026.
Dalam pengecekan tersebut, petani terlihat aktif melakukan berbagai langkah perawatan, mulai dari pemasangan pagar jaring untuk mencegah gangguan hama monyet, penyisipan tanaman yang tidak tumbuh, hingga pemupukan dan pembersihan gulma guna menjaga kualitas pertumbuhan tanaman.
Meskipun terdapat beberapa tanaman yang mengalami pertumbuhan kurang optimal akibat minimnya curah hujan pada awal masa tanam, kondisi tersebut terus diatasi melalui perawatan intensif dan pemantauan rutin oleh petani bersama pihak terkait.
Selain melakukan pemantauan tanaman, Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi kepada petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian serta mengajak masyarakat untuk terus mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Kapolsek Siak Hulu menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Melalui sinergi antara Polri, pemerintah desa, KOPPSA-M, dan kelompok tani, diharapkan hasil panen jagung yang akan datang mampu memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan daerah serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

