Berita  

Pemkab Taput Jadi Pelopor Digitalisasi Bansos, Komitmen Wujudkan Penyaluran Tepat Sasaran

Tapanuli Utara – 1fakta.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara menegaskan komitmennya dalam mewujudkan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran melalui implementasi Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kesiapan Tapanuli Utara sebagai daerah percontohan (pilot project) transformasi digital penyaluran bansos di Indonesia.

Komitmen Pemkab Taput mendapat perhatian dan apresiasi dari Pemerintah Pusat melalui kunjungan kerja Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, di Desa Sitampurung, Kecamatan Siborongborong, Jumat (10/7/2026).

Rombongan disambut langsung oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Satya Dharma Nababan, para pimpinan perangkat daerah terkait, Camat Siborongborong, dan Kepala Desa Sitampurung. Turut hadir Penasihat Khusus Kantor Perdana Menteri Singapura, Mr. Theo Chee Hean, serta Direktur Eksekutif Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Tubagus Nugraha.

Dalam pemaparannya, Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan menegaskan bahwa digitalisasi bansos merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh bantuan pemerintah diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

“Digitalisasi perlindungan sosial bukan hanya modernisasi sistem, tetapi merupakan upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Kami bangga Tapanuli Utara dipercaya menjadi daerah pelopor implementasi program ini,” ujarnya.
Menurut Deni, sistem Perlinsos Digital mengintegrasikan berbagai program bantuan pemerintah, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan pendidikan, hingga subsidi energi seperti BBM dan listrik.

Ia menjelaskan, apabila sistem yang diinisiasi Luhut Binsar Pandjaitan tersebut diterapkan secara nasional, potensi efisiensi anggaran negara diperkirakan dapat mencapai Rp14 triliun.
Melalui aplikasi Perlinsos Digital, proses pendataan dan verifikasi penerima bantuan dilakukan secara digital dengan metode penyaringan berlapis (multi-filtering). Sistem tersebut mengintegrasikan data dari berbagai lembaga, antara lain Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Kepegawaian Negara (BKN), BPJS Ketenagakerjaan, hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN), sehingga mampu meminimalkan kesalahan sasaran maupun potensi penyalahgunaan data.

Sebagai bentuk kesiapan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah merekrut dan melatih sebanyak 1.670 agen digital yang terdiri dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Hingga saat ini sekitar 3.200 kepala keluarga telah berhasil terintegrasi ke dalam sistem Perlinsos Digital, dan Pemkab Taput menargetkan seluruh proses pemetaan serta validasi data dapat diselesaikan secara bertahap pada September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mendemonstrasikan secara langsung proses verifikasi kelayakan penerima bantuan melalui aplikasi Perlinsos Digital. Simulasi berjalan lancar dan menunjukkan kemampuan sistem dalam mengidentifikasi masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.

Sementara itu, Ketua DEN Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mengimplementasikan program transformasi digital tersebut.

Menurutnya, digitalisasi perlindungan sosial merupakan bagian dari agenda strategis nasional yang mendapat dukungan penuh Presiden RI Prabowo Subianto guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan tepat sasaran.
“Ini adalah langkah maju untuk menciptakan keadilan dalam penyaluran bantuan sosial. Kita ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang berhak tetapi tidak menerima bantuan, dan tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran,” tegas Luhut.

Kunjungan kerja diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari tokoh adat kepada Luhut Binsar Pandjaitan dan Mr. Theo Chee Hean sebagai simbol penghormatan serta ungkapan terima kasih masyarakat Tapanuli Utara atas kepercayaan menjadikan daerah tersebut sebagai pelopor implementasi Program Perlinsos Digital di Indonesia.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap digitalisasi perlindungan sosial dapat menjadi fondasi baru dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin efektif, transparan, dan berpihak kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

(1F/Mukhtar S)