Taput – 1fakta.com
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bergerak dengan cakupan pelayanan yang semakin luas. Namun, di tengah percepatan tersebut, kualitas tata kelola menjadi salah satu faktor penting yang tidak bisa diabaikan.
Bisukma Group mengambil langkah dengan memperkuat kapasitas dan profesionalisme Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari aspek perencanaan, administrasi, keuangan, operasional, pengawasan hingga kepemimpinan.
Penguatan tersebut diwujudkan melalui MBG Excellence Series, rangkaian forum pembelajaran dan peningkatan kapasitas yang melibatkan Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, Pengawas Gizi, Asisten Lapangan, relawan, yayasan hingga mitra.
Sesi perdana digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (6/8/2026) malam, dengan mengangkat tema “Rencana Komprehensif Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis”.
Hadir sebagai narasumber Haripin Togap Sinaga, MCN, dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Medan.
Pendiri Yayasan Bisukma Group, Dr. Erikson Sianipar, M.M., mengatakan keberhasilan MBG tidak cukup hanya dilihat dari jumlah makanan yang tersalurkan kepada penerima manfaat.
Menurutnya, terdapat rangkaian proses yang harus dikelola secara profesional agar pelayanan berjalan baik, mulai dari perencanaan, pengawasan, pengelolaan sumber daya, administrasi, keuangan, operasional hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita ingin setiap SPPG terus berkembang dan memiliki standar kerja yang semakin baik. MBG Excellence Series menjadi ruang untuk belajar, mengevaluasi dan memperbaiki sistem secara bersama-sama,” ujar Erikson.
Menurut Erikson, penguatan SPPG penting dilakukan seiring semakin besarnya tuntutan terhadap penyelenggaraan MBG. SPPG tidak hanya dituntut mampu menjalankan pelayanan, tetapi juga harus memiliki sistem kerja yang jelas, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
MBG Excellence Series dijadwalkan berlangsung dalam empat sesi dengan materi yang saling berkaitan.
Sesi pertama pada 6 Agustus 2026 membahas Rencana Komprehensif Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis. Selanjutnya, 13 Agustus 2026 mengangkat tema Tertib Administrasi, Sistem Keuangan Transparan dan Akuntabel.
Kemudian pada 20 Agustus 2026, pembahasan difokuskan pada Operasional SPPG Excellent, dan rangkaian tersebut ditutup pada 27 Agustus 2026 dengan tema Kepemimpinan SPPG Efektif.
Empat agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat fondasi pengelolaan SPPG, mulai dari perencanaan yang jelas, administrasi yang tertib, sistem keuangan yang transparan dan akuntabel, operasional yang profesional hingga kepemimpinan yang efektif.
Bisukma Group juga mendorong agar forum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pembelajaran. Pengalaman dan persoalan yang ditemukan dalam pelaksanaan di lapangan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Sebab, kualitas MBG tidak hanya ditentukan oleh makanan yang sampai kepada penerima manfaat. Di belakang setiap porsi terdapat proses panjang yang mencakup perencanaan, pengadaan dan pengelolaan bahan pangan, pemenuhan kebutuhan gizi, pengawasan, administrasi, pengelolaan keuangan hingga distribusi.
Karena itu, Bisukma Group menilai semakin besar skala MBG, semakin kuat pula tata kelola yang harus dibangun.
Melalui penguatan kapasitas tersebut, SPPG didorong untuk memiliki budaya kerja yang lebih profesional, terbuka terhadap evaluasi dan mampu mempertanggungjawabkan setiap proses pelayanan.
MBG bukan sekadar urusan dapur. Program ini membutuhkan sistem kerja yang kuat, disiplin, pengawasan dan pertanggungjawaban.
Bagi Bisukma Group, memperkuat MBG berarti juga memperkuat fondasi yang menopangnya: SPPG profesional, administrasi tertib, keuangan transparan, operasional terukur dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.
MBG gaspol, tata kelola pun wajib gaspol.
(1F/L.Twmp)

