Dua Sirkuit, Dua Penyelenggara: Polemik Rekomendasi IMI Mencuat di Siborongborong

Siborongborong – 1Fakta.com

Perhelatan motocross dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Siborongborong menjadi perhatian di kalangan jurnalis dan pemerhati olahraga otomotif.kamis,19/08/2028.

Sorotan muncul setelah terdapat dua event motocross dengan dua penyelenggara dan dua lokasi berbeda, yakni di Sirkuit Pacuan Kuda Silait-lait yang dikaitkan dengan organisasi Garda Perubahan, serta Circuit SL2000 Bahal Batu yang disebut digelar oleh IAS (Ikatan Anak Siborongborong).

Di balik kemeriahan dua event tersebut, persoalan rekomendasi dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara turut menjadi perbincangan.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa IMI Sumut sebelumnya telah memberikan rekomendasi kepada salah satu pihak penyelenggara. Sementara terhadap pihak lainnya, disebut belum memperoleh rekomendasi sebagaimana dipersyaratkan dalam penyelenggaraan event otomotif.

Bahkan, persoalan tersebut disebut telah mendapat respons dari IMI melalui surat teguran per tgl 12/08/2026,kepada pihak yang diduga tidak memperoleh rekomendasi.

Namun, kegiatan motocross tetap berlangsung hingga hari pelaksanaan. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat dan kalangan pemerhati otomotif.

Menanggapi hal tersebut, pemerhati otomotif Olip Lumbantoruan yang juga salah satu aktivis di kecamatan siborongborong, mengajak semua pihak untuk melihat persoalan secara proporsional dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan.

Menurutnya, seluruh pihak yang menyelenggarakan kegiatan memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan olahraga otomotif dan memberikan hiburan kepada masyarakat dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Menurut hemat saya Semua sama-sama legal. Namun yang perlu kita pahami, selama ini tidak bisa dipungkiri bahwa kerja sama antara IMI dan para penyelenggara event otomotif sebelum nya sudah terjalin dengan baik. Hubungan yang baik itu seharusnya tetap dijaga demi kemajuan olahraga otomotif di daerah,” ujar Olip.

Ia menilai komunikasi dan koordinasi menjadi hal penting agar setiap event dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan polemik yang berkepanjangan.

Olip juga berharap seluruh pihak dapat mengedepankan semangat kebersamaan dan menjadikan perbedaan pandangan sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan event-event otomotif yang lebih baik ke depan.

Sementara itu, kalangan jurnalis berharap IMI Sumut maupun kedua pihak penyelenggara dapat memberikan penjelasan resmi terkait status rekomendasi dan dasar penyelenggaraan masing-masing event agar tidak berkembang menjadi berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Dua sirkuit, dua penyelenggara, satu semangat kemerdekaan. Di tengah polemik yang muncul, komunikasi dan keterbukaan informasi dinilai menjadi kunci untuk menjaga kondusivitas serta kemajuan olahraga otomotif di Tapanuli Utara.

(1F/L.Tamp)