Berita  

Puncak Hari Jadi ke-81 Taput, Jonius Buka Arah Baru: Pertanian Jadi Motor Ekonomi dan Kesejahteraan

Tapanuli Utara – 1fakta.com

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menjadikan Puncak Hari Jadi ke-81 sebagai momentum memperjelas arah pembangunan daerah. Sektor pertanian ditegaskan menjadi salah satu kekuatan utama untuk menggerakkan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., saat memimpin Puncak Peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara di Lapangan Serbaguna Tarutung, Senin (5/10/2026).

Dengan tema “Pertanian Berkelanjutan untuk Ekonomi Tapanuli Utara Maju”, Pemkab Taput menempatkan pertanian bukan sekadar sektor produksi pangan, tetapi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi daerah.

Bupati Jonius yang hadir bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menyebut sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi 42,88 persen terhadap PDRB Tapanuli Utara, dengan nilai mencapai sekitar Rp5,44 triliun.

“Membangun Tapanuli Utara berarti membangun pertaniannya; memperkuat ekonomi Tapanuli Utara berarti memperkuat petani dan pelaku usaha di sektor pertanian,” tegas Jonius.

Untuk menerjemahkan arah tersebut dalam program nyata, Pemkab Taput memaparkan sejumlah langkah yang telah dan sedang dijalankan.

Di sektor perkebunan, pemerintah melakukan penanaman kopi Arabika pada lahan seluas 845 hektare, yang merupakan bagian dari program pengembangan 2,2 juta bibit kopi.

Pemkab juga mengembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba seluas 50 hektare dengan konsep zero waste. Di sisi mekanisasi, sebanyak 525 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) disalurkan dengan nilai sekitar Rp12,96 miliar.

Selain bantuan sarana produksi, pemerintah memberikan 131 akta notaris badan hukum secara gratis kepada kelompok tani sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan petani.

Pembangunan juga diarahkan pada pemulihan infrastruktur akibat bencana. Sebanyak 25 jembatan dibangun melalui kolaborasi Pemkab Taput dengan TNI, Polri dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Di Kecamatan Adiankoting, pemerintah juga membangun 40 unit Hunian Sementara (Huntara) dan 161 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana.

Di bidang pendidikan dan sumber daya manusia, Pemkab Taput meluncurkan Tapasada Academy atau Satu Sarjana Dalam Keluarga. Dukungan pendidikan juga diberikan melalui dana CSR lebih dari Rp523 juta kepada 720 mahasiswa berprestasi.

Prestasi pelajar dan mahasiswa asal Tapanuli Utara yang berhasil melanjutkan pendidikan ke sekolah unggulan nasional maupun perguruan tinggi luar negeri, termasuk University of Texas, Amerika Serikat, dan Kazan Federal University, Rusia, turut menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pada sektor kesehatan, Pemkab Taput menyampaikan capaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98,8 persen. Layanan kesehatan juga diperkuat melalui peresmian MRI dan Kateterisasi Jantung (Cath Lab) di RSUD Tarutung.

Untuk pelayanan administrasi masyarakat, pemerintah mempersiapkan pengoperasian Mall Pelayanan Publik (MPP) di Eks Gedung Nasional Tarutung.

Dalam tata kelola pemerintahan, Pemkab Taput menyatakan berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebanyak 12 kali berturut-turut serta memperoleh predikat “B” dalam Reformasi Birokrasi dari Kementerian PAN-RB.

Pemprov Sumut Siapkan Dukungan Rp127 Miliar
Dukungan terhadap pembangunan Tapanuli Utara juga disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Timur Tumanggor, S.Sos., M.A.P., yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan yang berlangsung di Tapanuli Utara.

Pemprov Sumut menyatakan akan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Salah satu bentuk dukungan yang disebutkan adalah alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp127 miliar untuk Kabupaten Tapanuli Utara pada 2026.

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan serta penguatan ekonomi masyarakat.

Mantan Pimpinan Daerah dan Tokoh Masyarakat Hadir
Puncak Hari Jadi ke-81 Taput turut dihadiri mantan Bupati Tapanuli Utara, antara lain Lundu Panjaitan, Bupati periode 1989–1994, dan Dr. R.E. Nainggolan, serta mantan Sekda Sanggam Hutagalung.

Hadir pula unsur Forkopimda Taput, anggota DPRD Sumatera Utara dan DPRD Taput, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh adat, tokoh agama serta ribuan masyarakat.

Mewakili mantan pimpinan daerah, Lundu Panjaitan menyampaikan apresiasi atas undangan dan perkembangan pembangunan Tapanuli Utara.

“Semoga melalui momentum peringatan Hari Jadi ke-81 ini, Kabupaten Tapanuli Utara semakin maju, mandiri, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.

Bupati Jonius kemudian mengajak seluruh masyarakat mempertahankan semangat kebersamaan, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Dengan kebersamaan, sinergi, dan gotong royong, mari kita bersama-sama menjemput cita-cita Kabupaten Tapanuli Utara yang semakin maju, makmur, dan sejahtera. Sai horas ma sude rakyat Tapanuli Utara,” pungkasnya.

Setelah upacara, kemeriahan Hari Jadi ke-81 Taput dilanjutkan dengan parade defile dari seluruh kecamatan.

Setiap kontingen menampilkan identitas wilayah masing-masing dengan membawa berbagai komoditas hasil bumi unggulan dan produk UMKM lokal. Kehadiran hasil pertanian tersebut sekaligus memperkuat pesan utama peringatan Hari Jadi tahun ini bahwa potensi pertanian daerah menjadi bagian penting dari kekuatan ekonomi masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan Marsada Band yang menghibur jajaran pemerintah daerah dan ribuan masyarakat yang memadati Lapangan Serbaguna Tarutung.

Dengan rangkaian tersebut, Puncak Hari Jadi ke-81 Taput tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat kolaborasi pembangunan serta menegaskan kembali pertanian sebagai salah satu fondasi utama ekonomi Tapanuli Utara.

(1F/Mukhtar.S)