Berita  

Abu Mudi Lantik Pengurus Tastafi Se-Aceh dan Perwakilan Luar Negerib

Banda Aceh – 1fakta.com

Ulama Kharismatik Aceh, Tgk Syech H Hasanoel Bashry HG atau yang akrab disapa Abu Mudi, didampingi Ketua Majelis Tastafi Pusat, Muhammad Amin Daud atau Ayah Cot Treung, melantik Pengurus Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi se-Aceh serta perwakilan luar daerah dan luar negeri periode 2026–2031, secara serentak di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat (15/5/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri ribuan jemaah, ulama, santri, dan pengurus Tastafi dari berbagai kabupaten/kota di Aceh serta perwakilan luar negeri. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan suasana penuh kekhusyukan.

Dalam arahannya, Abu Mudi menekankan pentingnya menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah serta memperkuat syiar Islam melalui pengajian dan dakwah yang menyejukkan umat.

Ia juga mengajak seluruh pengurus Tastafi, baik di Aceh maupun perwakilan luar daerah dan luar negeri, agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Sebelum prosesi pelantikan dimulai, Abu Mudi terlebih dahulu menanyakan kesiapan seluruh pengurus untuk dilantik.

“Saya ingin menanyakan kepada teungku semua, bersediakah untuk kami lantik?” tanya Abu Mudi yang dijawab serentak oleh para pengurus.

Selanjutnya, Abu Mudi membacakan naskah pelantikan pengurus wilayah se-Aceh serta pengurus perwakilan dalam dan luar negeri Majelis Tastafi periode 2026–2031.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim serta memohon rahmat dan rida Allah SWT, pada malam ini, Jumat, 27 Dzulqa’dah 1447 Hijriah bertepatan dengan 15 Mei 2026 Masehi pukul 22.15 WIB di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, kami melantik pengurus wilayah se-Aceh serta pengurus perwakilan dalam negeri dan luar negeri Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi periode 2026–2031,” ujar Abu Mudi.

Dalam naskah tersebut, Abu Mudi menegaskan bahwa kepengurusan Tastafi memiliki tanggung jawab menyelenggarakan pengajian tasawuf, tauhid, dan fikih berdasarkan iktikad Ahlussunnah wal Jamaah, baik di Aceh maupun luar negeri.

Selain itu, Tastafi diharapkan mampu membina umat serta melindungi masyarakat dari pengaruh ajaran sesat, liberalisme, sekularisme, dan radikalisme.

“Semoga Allah SWT. senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar dengan penuh keikhlasan, istiqamah, dan tanggung jawab. Amin ya rabbal alamin,” tutup Abu Mudi yang juga pendiri Tastafi.

Berdasarkan keputusan Pengurus Pusat Majelis Tastafi, kepengurusan periode 2026–2031 mencakup pengurus wilayah di seluruh Aceh, sejumlah provinsi di Indonesia, serta perwakilan luar negeri seperti Brunei Darussalam dan kawasan Scandinavia, Eropa. (Mus lb*)

Jangan copy berita ini!