Bener Meriah – 1fakta.com
Tokoh masyarakat Bener Meriah, Drs. Suwandris Zetha, meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani kerusakan jalan dan jembatan di ruas Tajuk Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Permintaan tersebut disampaikan pada Kamis (11/6/2026) menyusul belum optimalnya penanganan infrastruktur yang terdampak bencana alam sejak November 2025.
Menurut Suwandris Zetha, kondisi jalan dan jembatan yang menjadi akses utama masyarakat di kawasan tersebut masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Ia menilai keberadaan infrastruktur yang layak sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan mobilitas warga sehari-hari.
Suwandris menjelaskan, selama menunggu penanganan pemerintah, masyarakat setempat telah menunjukkan kepedulian dengan melakukan perbaikan secara swadaya. Melalui semangat gotong royong, warga mengumpulkan dana untuk melakukan penimbunan jalan, memperkuat struktur jembatan, hingga melanjutkan pekerjaan pengaspalan yang saat ini masih berlangsung.
“Upaya yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap akses transportasi yang menjadi kebutuhan mendesak. Namun, pekerjaan ini tetap membutuhkan dukungan dan pendampingan pemerintah agar hasilnya sesuai dengan standar teknis yang berlaku,” ujar Suwandris.
Dalam permintaannya kepada Presiden, Suwandris meminta agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh segera turun ke lokasi untuk memberikan pendampingan teknis terhadap pekerjaan yang dilakukan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan kualitas pembangunan dan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, ia juga mendorong pemerintah pusat menetapkan status darurat infrastruktur pada ruas Tajuk Enang-Enang. Dengan adanya status tersebut, proses penanganan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu alokasi anggaran pada tahun berikutnya.
Menurutnya, percepatan penanganan diperlukan mengingat ruas jalan dan jembatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah. Apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh, kondisi infrastruktur dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Suwandris juga berharap pemerintah menjadikan penanganan ruas Tajuk Enang-Enang sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong warga hendaknya mendapat dukungan penuh dari pemerintah sehingga pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
“Harapan kami sederhana, negara hadir bersama rakyat dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, akses jalan dan jembatan Enang-Enang dapat segera pulih dan kembali mendukung aktivitas warga secara normal,” kata Suwandris.
Permintaan tersebut turut ditembuskan kepada sejumlah pihak terkait, termasuk Kementerian PUPR, Pemerintah Aceh, serta instansi pengawas pelayanan publik, agar penanganan ruas Tajuk Enang-Enang dapat menjadi perhatian bersama dan segera direalisasikan.(#)

