Dairi – 1fakta.com
Dua wartawan yang hendak bersilaturahmi sekaligus menjalankan tugas jurnalistik di Kantor Desa Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, justru mengalami pengalaman mengerikan.
Mereka bukan hanya dipukul dan ditendang, tapi juga diintimidasi dengan celurit oleh Kepala Desa Edward Sorianto Sihombing bersama sejumlah orang yang ikut terlibat.
Korban adalah Bangun M.T. Manalu (Pemred editorial24jam.com) dan Abednego P.I. Manalu (Pemred Inspirasi.online). Keduanya sudah melaporkan kasus ini ke Polres Dairi dengan nomor LP/B/345/IX/2025/SPKT/POLRES DAIRI/POLDA SUMUT.
“ Kami dipukul, ditendang, bahkan ponsel hampir dirampas. Yang paling mengerikan, ada pria membawa celurit untuk menakut-nakuti kami,” ungkap korban.
Keributan bermula saat kedua wartawan memperkenalkan diri. Sang kades malah marah, menumbuk meja, menendang wartawan, lalu memanggil ormas Pemuda Pancasila. Tak lama, seorang pria berbaju putih ikut memukul, sementara perangkat desa dan seorang perempuan mencoba merampas ponsel korban. Situasi makin mencekam ketika pria lain datang membawa celurit.
Akibatnya, Bangun mengalami lebam di wajah dan sakit perut, sementara Abednego mengalami luka fisik dan trauma psikis.
Ketua DPD SPRI Sumut, Burju Simatupang, mengecam keras tindakan ini.
“ Kekerasan terhadap jurnalis adalah serangan terhadap demokrasi. Polisi harus bertindak cepat! Jangan biarkan oknum kepala desa kebal hukum,” tegasnya.
Laporan resmi sudah diterima Polres Dairi. Publik kini menanti keseriusan aparat menuntaskan kasus ini.
Jika dibiarkan, kekerasan terhadap wartawan bisa menjadi preseden berbahaya: kebebasan pers diinjak-injak.
📢 #SaveJurnalis #StopKekerasanPers #TangkapKadesBrutal
Kaperwil SUMUT 1Fakta.com
L. Tampubolon

