Satria Soroti Pacuan Kuda di Tengah Pascabencana dan Tekanan Ekonomi

Aceh Tengah – 1fakta.com

Tokoh pemuda, Satria, menyoroti pelaksanaan pacuan kuda yang dinilai kurang tepat di tengah kondisi pascabencana dan tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.

Menurutnya, saat ini banyak warga di Aceh Tengah masih berjuang untuk bangkit dari dampak bencana, termasuk memperbaiki tempat tinggal dan memulihkan sumber penghasilan. Dalam kondisi tersebut, kegiatan seremonial dinilai belum menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Di tengah situasi pascabencana, pemerintah seharusnya lebih fokus pada pemulihan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ini soal kepekaan dan keberpihakan,” ujar Satria.

Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bentuk penolakan terhadap tradisi pacuan kuda yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Gayo, melainkan sebagai pengingat agar kebijakan yang diambil lebih mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.

Satria juga menyoroti pentingnya transparansi anggaran dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia meminta pemerintah daerah untuk terbuka kepada publik guna menjaga kepercayaan masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa manfaat ekonomi dari kegiatan pacuan kuda tidak selalu dirasakan secara merata, terutama bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana.

“Pemulihan pascabencana harus menjadi prioritas utama. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah daerah di Aceh Tengah dapat lebih bijak dalam menetapkan prioritas pembangunan, dengan menempatkan kepentingan rakyat sebagai fokus utama di tengah kondisi yang masih sulit.

Jangan copy berita ini!